Kenapa BBCA Nasibnya Jadi Begini?
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA memerah lagi 0,95% ke Rp 7.850 pada perdagangan Rabu (17/9/2025). Sebanyak 183,73 juta saham BBCA ditransaksikan, frekuensi 44.238 kali, dan nilai transaksi Rp 1,44 triliun.
Saham bank swasta terbesar di Indonesia ini banyak didistribusikan. Broker JP Morgan Sekuritas mencatatkan net sell sampai Rp 461 miliar. Asing membukukan net sell sebesar Rp 566,29 miliar.
Saham BCA dengan sandi BBCA sudah meluncur jatuh 18,86% dalam periode tahun berjalan (ytd). Saham BBCA nasibnya jadi begini karena asing mencetak net sell tembus Rp 27,73 triliun dalam periode yang saham.
Padahal. dalam Investor Digest Rabu (17/9/2025), Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa laba bank only BBCA tumbuh 9% yoy pada 8M25 (jadi Rp 39,1 triliun) meskipun terjadi lonjakan biaya kredit bulanan pada Agustus 2025. NIM stabil di 6,1% sementara ROE stabil YoY di 23% pada 8M25.
Menurut Mandiri Sekuritas, valuasi saat ini berada pada level yang menarik, terutama jika dibandingkan dengan rata-rata historis dan mempertimbangkan potensi akselerasi makro dalam jangka menengah.
Mandiri Sekuritas tetap merekomendasikan buy saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dengan target harga mencapai Rp 11.000.
Baca Juga:
Saham BBRI Katanya Bakal ke SiniEditor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






