Minggu, 21 Juni 2026

Dua Bank Ternama Yakin Harga Emas Bisa Tembus US$ 4.000

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
18 Sep 2025 | 15:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas 
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id - Perbankan asal Amerika Serikat, Bank of America memperkirakan harga emas dunia akan mencapai US$ 4.000 pada kuartal kedua tahun 2026.

Proyeksi serupa juga telah dikeluarkan oleh Deutsche Bank, yang secara agresif menaikkan proyeksi harga emas dunia tahun 2026 menjadi US$ 4.000 troy ons. Perbankan asal Jerman itu sebelumnya memproyeksi harga emas akan menyentuh level US$ 3.700 tahun depan.

Dikutip dari Kitco News, Kamis (18/9/2025) Bank of America yakin pasar dan harga emas tetap terdukung karena Federal Reserve (The Fed) berupaya melonggarkan suku bunga di tengah tekanan inflasi Amerika Serikat yang tinggi.

“The Fed biasanya mengambil pendekatan yang seimbang terhadap tujuan kebijakan gandanya, yaitu lapangan kerja penuh dan stabilitas harga. Oleh karena itu, dari perspektif emas, memprioritaskan pasar tenaga kerja di atas inflasi merupakan hal yang penting,” kata tim emas Bank of America yang dipimpin oleh Michael Widmer.

“Sejak 2001, harga emas terus menguat setiap kali The Fed memangkas suku bunga ketika Indeks Harga Konsumen AS di atas 2%," ungkap lembaga perbankan terbesar kedua di AS itu.

Bank of America mencatat bahwa harga emas telah mengalami kenaikan rata-rata sekitar 13% dalam 12 bulan, setelah The Fed memangkas suku bunga di tengah lingkungan inflasi yang membandel. Namun, hal itu tampaknya merupakan respons yang cukup teredam, karena harga emas telah naik hampir 40% sepanjang tahun ini.

Pada saat yang sama, tim Widmer mencatat bahwa kebijakan moneter jangka pendek AS bukanlah satu-satunya faktor yang menopang dan mendorong harga emas lebih tinggi. Dijelaskannya, emas juga menarik minat investor terhadap aset safe haven, karena mereka bereaksi terhadap kekhawatiran tentang prospek fiskal yang menantang dan meningkatnya beban utang di seluruh dunia.

"Logam kuning telah berkorelasi dengan suku bunga nominal 30 tahun, mencapai titik tertinggi sepanjang masa karena acuan Treasury telah menguat menuju 5%," kata para analis Bank of America soal harga emas.

Selain itu, bank tersebut juga menyoroti pelemahan dolar AS yang semakin besar karena negara-negara mulai mempertanyakan perannya sebagai mata uang cadangan dunia. Perkembangan ini menjadi dukungan lebih lanjut untuk kenaikan harga emas.

"Sangat dipengaruhi oleh latar belakang ekonomi makro ini, bank sentral terus meningkatkan eksposur mereka terhadap emas," kata para analis.

"Otoritas moneter sekarang memiliki lebih banyak emas daripada Treasury, meskipun laju pembelian emas mereka telah melambat dibandingkan tahun lalu," tambahnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 28 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 59 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia