ADRO Makin ke Sini Makin Diskon
JAKARTA, investor.id - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kembali memerah di sesi I perdagangan Jumat (19/9/2025). Di sekitar pukul 10.00 WIB, saham ini ada di Rp 1.630 atau minus 0,61%, yang merupakan level terendahnya dalam 3 bulan.
Sudah sebanyak 14,23 juta saham Alamtri Resources diperdagangkan, frekuensi 6.937 kali, dan nilai transaksi Rp 23,44 miliar. Saham ADRO terkena tekanan jual. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham ADRO membukukan net sell Rp 11,1 miliar.
Saham ADRO pada perdagangan Kamis (18/9/2025) juga memerah 2,09%. Artinya, jika ada yang menyerok ADRO kemarin dan hold maka kemungkinannya mengalami potential loss. Dalam sebulan terakhir, saham ini melemah 9,94%. Sedangkan sepanjang tahun berjalan (ytd), saham berkode ADRO longsor 32,92%. Rasio PBV ADRO di kisaran 0,65 kali dan PER 8,36 kali (annualized).
Meski demikian, Mandiri Sekuritas dalam Equity Valuation di Investor Digest 19 September tetap merekomendasikan buy saham ADRO dengan target harga Rp 2.250.
Baca Juga:
Katanya Saham Ini Bisa ke Rp 18.000Sucor Sekuritas sempat mengulas pada Mei lalu bahwa valuasi ADRO jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan energi terbarukan lainnya seperti PGEO dan BREN. ADRO diperdagangkan dengan rasio P/E yang jauh lebih rendah (TTM: 3,81 vs. PGEO 22,80 dan BREN 437,19) dan rasio harga terhadap nilai buku (P/B) yang jauh lebih rendah (saat itu) (0,84 vs. PGEO 1,56 dan BREN 98,27).
Sucor Sekuritas menaksir kenapa saham ADRO bisa semurah itu. “Hal ini menunjukkan bahwa ADRO relatif undervalued meskipun beroperasi di sektor energi yang sama, kemungkinan mencerminkan warisannya yang berbasis batu bara dibandingkan dengan premi pasar untuk energi terbarukan,” sebut Sucor Sekuritas.
Kala itu, Sucor Sekuritas mengulangi rekomendasi beli pada ADRO dengan TP Rp 4.500 per saham yang menyiratkan PE 2025F 6,7x.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






