Minggu, 21 Juni 2026

BCA (BBCA) dalam Mode Waspada, Sebelum Lepas Landas

Penulis : Prisma Ardianto
21 Sep 2025 | 19:02 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Nasabah sedang memanfaatkan layanan super app MyBCA. (Investor Daily/Nida Sahara)
Foto ilustrasi. Nasabah sedang memanfaatkan layanan super app MyBCA. (Investor Daily/Nida Sahara)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp 39,06 triliun hingga Agustus 2025, tumbuh melambat menjadi sebesar 8,52% year on year (yoy). Ini merupakan perlambatan kinerja laba yang terjadi selama lima bulan berturut-turut, sejak tumbuh tinggi pada Maret 2025.

Sebagai gambaran, pada Maret 2025 laba bersih BCA tumbuh sampai dengan 27,66% yoy, melesat hampir dua kali lipat dari akhir 2024 yang tercatat sebesar 14,01% yoy. Tapi dalam perkembangannya, kinerja profitabilitas bank swasta terbesar di RI itu menjadi agak tertahan.

Dengan menilik laporan keuangan, dapat diketahui beberapa aspek yang memengaruhi kinerja BBCA selama delapan bulan pada tahun ini. Pertama-tama yang paling mencolok adalah biaya pencadangan atau provisi terus meningkat. Telah terjadi lonjakan hingga dua kali lipat atau sebesar 106,79% yoy menjadi sebesar Rp 2,66 triliun.

Pada Agustus saja, BCA membukukan biaya provisi mencapai Rp 750,32 miliar atau meningkat 130,48% dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut juga menjadi yang terbesar selama 20 bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

Lonjakan biaya provisi tersebut menyeret rasio cost of credit (CoC) lepas dari sasaran 0,3%. Rasio CoC dari BCA tercatat 0,44% selama delapan bulan dan sebesar 0,98% hanya pada Agustus 2025.

Langkah kehati-hatian dalam melakukan pencadangan ini bisa dipahami mengingat adanya indikasi kualitas kredit BCA sedang mengalami tren pemburukan. Berdasarkan bahan presentasi perusahaan, kredit macet (non-performing loan/NPL) bergerak naik dari 2,0% per Desember 2024 menjadi 2,2% pada Juni 2025.

Di saat sama, kredit berisiko (loan at risk/LAR) meski terjaga sangat rendah, tetapi dalam tren menanjak dari 5,3% di akhir tahun lalu menjadi 5,8% pada Juni 2025. Kategori kredit kol 1 dan 2 juga mengalami peningkatan. Beberapa sektor kredit yang mencatat adanya pemburukan kualitas yaitu konsumer, UKM, dan komersial.

Selanjutnya, pendekatan konservatif memengaruhi perilaku BCA untuk lebih waspada dalam menyalurkan kredit—meskipun pengaruh dari sisi permintaan (demand) yang tengah lesu juga tak bisa diabaikan. Kredit BCA pada Agustus tumbuh 9,28% yoy dan -0,29% mtm menjadi Rp 920,87 triliun.

Untuk diketahui, pertumbuhan kredit ke ranah single digit itu terjadi untuk pertama kalinya di tahun ini. Sehingga menjadi pekerjaan yang menantang bagi BCA dalam 4 bulan terakhir guna mengejar sasaran 6-8% yoy. Apalagi, kredit sebenarnya cuma tumbuh sebesar 2,90% year to date (ytd) hingga Agustus 2025.

Fundamental Solid

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia