Minggu, 21 Juni 2026

Reli yang Tinggi Lemahkan Permintaan Emas

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
21 Nov 2025 | 18:30 WIB
BAGIKAN
Negara eksportir emas mencatat pelemahan permintaan seiring tingginya lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)
Negara eksportir emas mencatat pelemahan permintaan seiring tingginya lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)

JAKARTA, investor.id - Negara yang menjadi pusat pemurnian dan transit emas batangan terbesar di dunia, mencatat pelemahan permintaan seiring tingginya lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Meski melemah 0,08%, harga emas spot berdiri di kisaran US$ 4.074,88. Harga emas dunia telah naik 55% sepanjang tahun ini, menuju kenaikan tahunan terbesar sejak 1979.

Dikutip dari Mining.com, Jumat (21/11/2025) Swiss mencatat penurunan ekspor emas sekitar 11% pada bulan Oktober 2025 dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data bea cukai negara itu.

Penurunan ekspor ini terjadi karena harga yang tinggi menekan permintaan importir di China, yang dikenal sebagai negara konsumen emas terbesar dunia.

Pada saat yang sama, pasokan emas ke China juga anjlok 93% menjadi 2,1 metrik ton, menjadi level terendah sejak Februari 2025. 

“Kenaikan harga yang kuat pada bulan Oktober 2025 mengurangi minat beli di China, dengan harga patokan Shanghai diperdagangkan pada paruh pertama bulan ini di bawah harga London,” kata analis komoditas di perbankan UBS, Giovanni Staunovo.

Para pedagang di China dilaporkan berusaha menghadapi pelemahan permintaan emas fisik dengan menawarkan diskon antara US$ 48– US$ 60 per troy ons untuk menarik pembeli.

Ekspor emas dari Swiss, pusat pemurnian dan transit emas batangan terbesar di dunia, ke Inggris juga turun 69% menjadi 8,7 ton pada Oktober 2025, dari 28 ton pada bulan sebelumnya.

"Biasanya permintaan Inggris sangat dipengaruhi oleh permintaan ETF (dana yang diperdagangkan di bursa). Setelah kenaikan tajam dalam kepemilikan ETF pada bulan September, kepemilikan ETF emas pada bulan Oktober bergerak agak mendatar, menghilangkan satu komponen permintaan," kata Staunovo.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia