Reli yang Tinggi Lemahkan Permintaan Emas
JAKARTA, investor.id - Negara yang menjadi pusat pemurnian dan transit emas batangan terbesar di dunia, mencatat pelemahan permintaan seiring tingginya lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Meski melemah 0,08%, harga emas spot berdiri di kisaran US$ 4.074,88. Harga emas dunia telah naik 55% sepanjang tahun ini, menuju kenaikan tahunan terbesar sejak 1979.
Dikutip dari Mining.com, Jumat (21/11/2025) Swiss mencatat penurunan ekspor emas sekitar 11% pada bulan Oktober 2025 dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data bea cukai negara itu.
Penurunan ekspor ini terjadi karena harga yang tinggi menekan permintaan importir di China, yang dikenal sebagai negara konsumen emas terbesar dunia.
Pada saat yang sama, pasokan emas ke China juga anjlok 93% menjadi 2,1 metrik ton, menjadi level terendah sejak Februari 2025.
Baca Juga:
IMF Diminta Jual Emas“Kenaikan harga yang kuat pada bulan Oktober 2025 mengurangi minat beli di China, dengan harga patokan Shanghai diperdagangkan pada paruh pertama bulan ini di bawah harga London,” kata analis komoditas di perbankan UBS, Giovanni Staunovo.
Para pedagang di China dilaporkan berusaha menghadapi pelemahan permintaan emas fisik dengan menawarkan diskon antara US$ 48– US$ 60 per troy ons untuk menarik pembeli.
Ekspor emas dari Swiss, pusat pemurnian dan transit emas batangan terbesar di dunia, ke Inggris juga turun 69% menjadi 8,7 ton pada Oktober 2025, dari 28 ton pada bulan sebelumnya.
Baca Juga:
Jual Beli Emas Marak"Biasanya permintaan Inggris sangat dipengaruhi oleh permintaan ETF (dana yang diperdagangkan di bursa). Setelah kenaikan tajam dalam kepemilikan ETF pada bulan September, kepemilikan ETF emas pada bulan Oktober bergerak agak mendatar, menghilangkan satu komponen permintaan," kata Staunovo.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






