Harga Emas Pekan Depan Bakal Sentuh Level Ini
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diprediksi akan bergerak dalam rentang US$ 3.972 per troy ons sampai US$ 4.180 per troy ons, untuk sepekan ke depan.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk harga emas dunia, pada Sabtu pagi ditutup US$ 4.065 per troy ons.
“Kalau seandainya dalam perdagangan besok terjadi koreksi, yaitu support pertamanya di US$ 4.015 per troy ons, dan kalau seandainya turun dalam sepekan kemungkinan ke level US$ 3.972,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025).
Ibrahim menjelaskan, kalau harga emas naik maka resistance pertama kemungkinan di US$ 4.129 per troy ons, dan seandainya 5 hari ke depan harga emas dunia menguat, maka resistance kedua di US$ 4.180.
Dia mengatakan, sentimen terhadap harga emas dunia, pertama datang dari perpolitikan di Amerika Serikat (AS) dan spekulasi Bank Sentral Amerika.
“Yang pertama saya melihat dari perpolitikan di Amerika, pasca libur panjang 43 hari. Kemudian di hari Senin kemarin pemerintahan Sentral Amerika dijalankan,” katanya.
Baca Juga:
Bank Sentral Mulai Jual EmasLebih lanjut, dia mengungkap bahwa di hari Kamis-Jumat akan rilis data terutama adalah data tenaga kerja yang dirilis di bulan September naik, di hitung di bulan September bukan di bulan Oktober, karena memasuki masa liburnya pemerintahan federal.
“Ini yang membuat indeks dolar kembali lagi mengalami penguatan. Nah di sisi lain pun juga beberapa Bank Sentral Amerika memberikan satu testimoni setelah data tenaga kerja Amerika bulan September dirilis,” ungkapnya.
Kemudian dari segi geopolitik, Trump mengancam Ukraina agar melakukan genjatan senjata dengan beberapa butir perjanjian yang sudah dibuat oleh Gedung Putih.
Akan tetapi, bagi Zelensky sendiri kalau menerima proposal yang diberikan oleh Trump, banyak wilayah-wilayah yang tidak akan kembali ke negaranya.
Apabila seandainya Zelensky menolak tentang proposal tersebut, maka wilayah Ukraina yang dikuasai oleh Rusia kemungkinan besar akan terus bertambah.
“Di sinilah buah si malakama bagi Zelensky sendiri, kemungkinan besar Zelensky masih akan tetap ngotot untuk mempertahankan wilayah-wilayahnya,” tambahnya.
Menurutnya, situasi geopolitik yang kembali memanas membuat harga emas sedikit tertahan sebelumnya dan kemungkinan besar untuk rentangnya dalam pekan depan itu di US$ 3.972 dengan resistance di US$ 4.180.
“Kalau dilihat dari update tahun ini berdasarkan data hari ini kemungkinan besar di akhir tahun itu di US$ 4.380, artinya untuk mencapai US$ 4.500-US$ 4.700 sangat berat sekali dalam kondisi harga emas ditutup di US$ 4.065,” tambahnya.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






