Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Pekan Depan Bakal Sentuh Level Ini

Penulis : Erta Darwati
23 Nov 2025 | 20:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diprediksi akan bergerak dalam rentang US$ 3.972 per troy ons sampai US$ 4.180 per troy ons, untuk sepekan ke depan.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk harga emas dunia, pada Sabtu pagi ditutup US$ 4.065 per troy ons.

“Kalau seandainya dalam perdagangan besok terjadi koreksi, yaitu support pertamanya di US$ 4.015 per troy ons, dan kalau seandainya turun dalam sepekan kemungkinan ke level US$ 3.972,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025).

ADVERTISEMENT

Ibrahim menjelaskan, kalau harga emas naik maka resistance pertama kemungkinan di US$ 4.129 per troy ons, dan seandainya 5 hari ke depan harga emas dunia menguat, maka resistance kedua di US$ 4.180.

Dia mengatakan, sentimen terhadap harga emas dunia, pertama datang dari perpolitikan di Amerika Serikat (AS) dan spekulasi Bank Sentral Amerika.

“Yang pertama saya melihat dari perpolitikan di Amerika, pasca libur panjang 43 hari. Kemudian di hari Senin kemarin pemerintahan Sentral Amerika dijalankan,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengungkap bahwa di hari Kamis-Jumat akan rilis data terutama adalah data tenaga kerja yang dirilis di bulan September naik, di hitung di bulan September bukan di bulan Oktober, karena memasuki masa liburnya pemerintahan federal.

“Ini yang membuat indeks dolar kembali lagi mengalami penguatan. Nah di sisi lain pun juga beberapa Bank Sentral Amerika memberikan satu testimoni setelah data tenaga kerja Amerika bulan September dirilis,” ungkapnya.

Kemudian dari segi geopolitik, Trump mengancam Ukraina agar melakukan genjatan senjata dengan beberapa butir perjanjian yang sudah dibuat oleh Gedung Putih.

Akan tetapi, bagi Zelensky sendiri kalau menerima proposal yang diberikan oleh Trump, banyak wilayah-wilayah yang tidak akan kembali ke negaranya.

Apabila seandainya Zelensky menolak tentang proposal tersebut, maka wilayah Ukraina yang dikuasai oleh Rusia kemungkinan besar akan terus bertambah.

“Di sinilah buah si malakama bagi Zelensky sendiri, kemungkinan besar Zelensky masih akan tetap ngotot untuk mempertahankan wilayah-wilayahnya,” tambahnya.

Menurutnya, situasi geopolitik yang kembali memanas membuat harga emas sedikit tertahan sebelumnya dan kemungkinan besar untuk rentangnya dalam pekan depan itu di US$ 3.972 dengan resistance di US$ 4.180.

“Kalau dilihat dari update tahun ini berdasarkan data hari ini kemungkinan besar di akhir tahun itu di US$ 4.380, artinya untuk mencapai US$ 4.500-US$ 4.700 sangat berat sekali dalam kondisi harga emas ditutup di US$ 4.065,” tambahnya.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 7 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia