Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Melonjak 1% Lebih, Ekspektasi Pemangkasan The Fed Menguat

Penulis : Indah Handayani
25 Nov 2025 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

NEW YORK, investor.id – Harga emas melonjak lebih dari 1% pada perdagangan Senin (24/11/2025). Penguatan itu didorong meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan depan.

Dikutip dari Reuters, pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sempat tertunda akibat shutdown pemerintahan.

Harga emas spot naik 1,58% ke US$ 4.130,27 per ons troi pada saat berita ini ditulis. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember melejit 1,2% di level US$ 4.165,45.

Head of Commodity Strategies TD Securities Bart Melek mengatakan, pasar semakin yakin bahwa The Fed berada di jalur untuk melakukan pemangkasan suku bunga pada Desember mendatang.

Keyakinan ini semakin kuat setelah Presiden The Fed New York John Williams menyebut, suku bunga dapat turun ‘dalam waktu dekat’ tanpa mengganggu target inflasi, sekaligus membantu menjaga kondisi pasar tenaga kerja.

Alat pemantau FedWatch CME menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga bulan depan telah mencapai 79%.

Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), emas biasanya berkinerja lebih baik ketika suku bunga rendah dan saat terjadi ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik.

“Kami menunggu data ekonomi AS yang kemungkinan menunjukkan pelemahan. Inflasi tampaknya tidak terlalu tinggi, dan semua itu mendukung kenaikan harga emas,” tambah Melek.

Tunggu Data Penting AS

Para investor kini menantikan sejumlah data penting yang tertunda akibat penutupan pemerintahan AS, seperti penjualan ritel, klaim tunjangan pengangguran, dan indeks harga produsen yang dijadwalkan rilis pekan ini.

Di sisi lain, AS dan Ukraina pada Senin kembali melanjutkan pembahasan untuk merumuskan rencana penyelesaian konflik dengan Rusia, setelah sepakat merevisi proposal awal yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow.

Analis StoneX Rhona O’Connell menilai, fokus pasar masih akan berkutat pada perdebatan kebijakan The Fed dan dinamika geopolitik, khususnya terkait Ukraina. “Harga emas masih berpotensi menguat, namun kami perkirakan tetap bergerak dalam kisaran US$ 4.000–4.100,” ujarnya.

Untuk logam mulia lainnya, perak spot melesat 2,75% menjadi US$ 51,39 per ons. Platinum terkerek 1,77% ke US$ 1.548,36 dan paladium naik 1,5% menjadi US$ 1.401,16 per ons. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia