Harga Emas On Fire! Prospek Pemangkasan The Fed Memantik Reli Baru
JAKARTA, investor.id - Harga emas menanjak lagi pada Selasa (25/11/2025), seiring melonjaknya peluang pemangkasan suku bunga The Fed menjadi 80%. Pergeseran sentimen ini memantik reli baru pada aset safe haven tersebut.
Harga emas hari ini terlihat naik 0,24% ke US$ 4.144,80 per ons troi pada saat berita ditulis.
Analisis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha mengatakan, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter ini memberikan dorongan kuat bagi emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.
“Analisis teknikal terlihat kombinasi candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk menunjukan bahwa tren Bullish semakin solid pada XAU/USD. Tekanan beli yang dominan menunjukkan minat pasar yang tinggi terhadap aset safe haven ini,” tulis Andy dalam risetnya, Selasa (25/11/2025).
Andy memprediksi harga emas hari ini melanjutkan kenaikan menuju level resistance utama di US$ 4.208, jika bullish berlanjut. Namun, jika harga gagal menembus zona tersebut dan terjadi koreksi, potensi penurunan terdekat berada di area support US$ 4.090.
Andy menilai, peluang kenaikan tetap lebih kuat selama harga bertahan di atas area psikologis US$ 4.090. Reaksi pasar terhadap data ekonomi AS yang dirilis malam nanti termasuk laporan ADP Payroll, Penjualan Ritel, dan Indeks Harga Produsen (PPI), diperkirakan akan menjadi pemicu volatilitas signifikan.
Sejumlah pejabat The Fed secara terbuka mengisyaratkan dukungan untuk pemangkasan suku bunga. Presiden The Fed San Francisco Mary Daly, yang menekankan meningkatnya kerentanan pasar tenaga kerja sebagai alasan perlunya pelonggaran kebijakan.
Pernyataan Pejabat The Fed
Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller menyebut, data pasar tenaga kerja menunjukkan kondisi yang cukup lemah untuk membenarkan pemangkasan suku bunga seperempat poin lagi pada pertemuan Desember.
Waller juga mengingatkan bahwa tindakan lebih lanjut pada bulan Januari masih belum pasti dan bergantung pada perkembangan data ekonomi. Sikap ini memperkuat pandangan bahwa Fed mulai mendekati fase akhir siklus pengetatan, sehingga investor terus memposisikan diri pada aset emas.
Menurut Andy, pelaku pasar saat ini menantikan hasil data ekonomi AS terbaru. Jika ADP Payroll, penjualan ritel, atau PPI mencatat hasil lebih kuat dari ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat dan memberi tekanan pada emas dalam jangka pendek. Sebaliknya, hasil di bawah ekspektasi dapat mendorong emas kembali menguat menuju area target bullish.
Meskipun isu geopolitik masih berjalan termasuk rencana AS dan Ukraina terkait penyelesaian konflik dengan Rusia pasar emas tampaknya fokus pada kebijakan moneter sebagai katalis utama. Dengan kombinasi sentimen fundamental yang kuat dan struktur teknikal bullish, prediksi harga emas hari ini condong menguat.
“Harga emas berpeluang menuju area US$ 4.208 selama level US$ 4.090 tetap terjaga. Data ekonomi AS pada malam hari diperkirakan menjadi penentu arah jangka pendek berikutnya,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






