Minggu, 21 Juni 2026

Emas jadi Andalan Bank Sentral

Penulis : Natasha Khairunisa
9 Jan 2026 | 13:15 WIB
BAGIKAN
Seorang karyawan mengatur emas batangan untuk difoto di kantor pusat YLG Bullion International di Bangkok, Thailand. (Foto: Dario Pignatelli/ Bloomberg/ Getty Images)
Seorang karyawan mengatur emas batangan untuk difoto di kantor pusat YLG Bullion International di Bangkok, Thailand. (Foto: Dario Pignatelli/ Bloomberg/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Emas telah menggeser obligasi pemerintah AS dengan menjadi aset cadangan terbesar di dunia. 

Dikutip dari Mining.com, Jumat (9/1/2026) Data terbaru World Gold Council (WGC) menunjukkan, nilai cadangan emas yang dipegang oleh bank-bank sentral global kini mendekati US$ 4 triliun, lebih tinggi dibandingkan kepemilikan dalam obligasi pemerintah AS senilai US$ 3,9 triliun. 

Lonjakan cadangan emas bank sentral salah satunya terjadi di negara tetangga Indonesia, yakni Filipina. Cadangan logam mulia negara itu naik hampir 70% di 2025.

Kepemilikan emas bank sentral Filipina telah naik ke rekor tertinggi dengan mencapai US$ 18,6 miliar pada 2025, menurut data bank sentral negara itu yang dirilis Rabu malam (7/1). Cadangan tersebut mencakup sekitar 17% dari cadangan devisa Filipina.

Kenaikan cadangan emas bank sentral itu mencerminkan lonjakan harga emas, yang melonjak lebih dari 60% di 2025. Namun, Bank Sentral Filipina tidak melaporkan secara spesifik volume cadangan emasnya.

Namun menurut anggota Dewan Moneter Filipina, Benjamin Diokno, kepemilikan emas idealnya berada di kisaran 8%-12% dari total cadangan bank sentral.

Diberitakan sebelumnya, WGC mencatat pembelian emas oleh bank-bank sentral global kembali mengalami kenaikan pada November 2025.

Kepala Riset Senior Asia-Pasifik (APAC) di WGC, Marissa Salim mengungkapkan bahwa total pembelian bersih emas oleh bank-bank sentral global mencapai 45 ton pada bulan November 2025.

“Permintaan emas bank sentral tetap kuat pada bulan November,” ungkap Salim, dikutip dari Kitco News.

“Meskipun pembelian bersih yang dilaporkan hingga November tahun ini lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, momentum pembelian emas oleh bank sentral tetap relatif kuat," katanya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 11 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia