Emas jadi Andalan Bank Sentral
JAKARTA, investor.id - Emas telah menggeser obligasi pemerintah AS dengan menjadi aset cadangan terbesar di dunia.
Dikutip dari Mining.com, Jumat (9/1/2026) Data terbaru World Gold Council (WGC) menunjukkan, nilai cadangan emas yang dipegang oleh bank-bank sentral global kini mendekati US$ 4 triliun, lebih tinggi dibandingkan kepemilikan dalam obligasi pemerintah AS senilai US$ 3,9 triliun.
Lonjakan cadangan emas bank sentral salah satunya terjadi di negara tetangga Indonesia, yakni Filipina. Cadangan logam mulia negara itu naik hampir 70% di 2025.
Kepemilikan emas bank sentral Filipina telah naik ke rekor tertinggi dengan mencapai US$ 18,6 miliar pada 2025, menurut data bank sentral negara itu yang dirilis Rabu malam (7/1). Cadangan tersebut mencakup sekitar 17% dari cadangan devisa Filipina.
Kenaikan cadangan emas bank sentral itu mencerminkan lonjakan harga emas, yang melonjak lebih dari 60% di 2025. Namun, Bank Sentral Filipina tidak melaporkan secara spesifik volume cadangan emasnya.
Namun menurut anggota Dewan Moneter Filipina, Benjamin Diokno, kepemilikan emas idealnya berada di kisaran 8%-12% dari total cadangan bank sentral.
Diberitakan sebelumnya, WGC mencatat pembelian emas oleh bank-bank sentral global kembali mengalami kenaikan pada November 2025.
Kepala Riset Senior Asia-Pasifik (APAC) di WGC, Marissa Salim mengungkapkan bahwa total pembelian bersih emas oleh bank-bank sentral global mencapai 45 ton pada bulan November 2025.
Baca Juga:
Harga Emas Mulai Tertekan Dolar AS“Permintaan emas bank sentral tetap kuat pada bulan November,” ungkap Salim, dikutip dari Kitco News.
“Meskipun pembelian bersih yang dilaporkan hingga November tahun ini lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, momentum pembelian emas oleh bank sentral tetap relatif kuat," katanya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






