2 Tambang Emas Venezuela Jadi Incaran Perusahaan AS
JAKARTA, investor.id - Tambang emas di Venezuela tengah menjadi perhatian perusahaan logam mulia, menyusul ketegangan geopolitik antara negara itu dengan Amerika Serikat.
Dikutip dari Mining, Senin (12/1/2026) perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Gold Reserve Ltd dikabarkan ingin mengelola dua aset tambang emas dan tembaga di Venezuela pasca invasi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Diketahui, Gold Reserve sebelumnya mengoperasikan dua proyek tambang emas utama yakni Brisas dan Siembra Minera, sebelum aset tersebut disita pemerintah Venezuela pada era 2000-an hingga sekitar tahun 2010.
Proyek tambang Brisas diperkirakan menyimpan sekitar 10 juta ons emas batangan senilai puluhan miliar dolar AS berdasarkan harga emas terkini.
Wakil ketua Gold Reserve, Paul Rivett menuturkan bahwa situasi politik terbaru membuka peluang negosiasi baru bagi perusahaan.
Baca Juga:
Emas Reli, Pembeli Ritel Ngos-ngosanRivett mengaku mendapati sejumlah panggilan dari perusahaan tambang lain yang tertarik menjalin kerja sama terkait pengembangan kembali aset di Venezuela.
“Kami akan melakukan suatu bentuk transaksi, entah itu berupa masuknya investasi ke perusahaan kami atau melalui kemitraan,” ungkapnya.
“Syukurlah kami masih bisa mempertahankan para profesional pertambangan dan ahli geologi yang menemukan serta membuktikan cadangan ini bertahun-tahun lalu. Namun, mereka kini sudah berusia akhir 60 hingga 70 tahun. Yang kami butuhkan sekarang adalah ahli operasional,” tuturnya.
Baca Juga:
Emas jadi Andalan Bank SentralSelain Gold Reserve, perusahaan tambang lainnya, yakni Rusoro Mining juga dikabarkan melirik peluang untuk memperoleh kompensasi atas aset tambang yang pernah disita pemerintah Venezuela. Perusahaan tersebut sebelumnya mengajukan gugatan arbitrase dengan nilai klaim miliaran dolar AS.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






