Pedagang Blak-blakan soal Lonjakan Harga Emas
JAKARTA, investor.id - Ketua Asosiasi Masyarakat Pedagang Emas Sekarbela (Ampera), Iskandar mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga emas merupakan refleksi dari perubahan cara berpikir masyarakat dan negara dalam melindungi aset.
Menurut Iskandar, emas tetap menjadi instrumen investasi paling aman dibandingkan aset lain seperti saham maupun kripto. Ia menilai emas memiliki keunggulan karena dapat dikuasai secara fisik dan memiliki acuan harga global yang transparan.
“Emas itu aset paling aman. Kalau saham atau kripto, itu sistemnya bisa terganggu. Kalau emas, kita pegang barangnya langsung, harganya jelas dan bisa di cek secara internasional,” kata Iskandar di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan harga emas tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utama adalah kondisi geopolitik dunia yang terus diliputi ketegangan. Konflik antar negara hingga potensi perang disebutnya berdampak langsung pada pergerakan harga emas.
“Emas itu cadangan negara. Ketika ada gejolak global, negara-negara akan mengamankan asetnya ke emas. Itu yang membuat harganya terus terdorong naik,” paparnya,
Iskandar menambahkan, tren perburuan emas kini terjadi hampir di seluruh dunia. Bahkan beberapa negara seperti India disebut turut mempengaruhi kenaikan harga logam mulia, terutama saat kebutuhan emas meningkat untuk keperluan budaya dan keagamaan.
Baca Juga:
Ramalan Harga Emas Sepekan ke Depan“Semua orang sekarang berburu emas. Di India misalnya, ada acara keagamaan dan pernikahan yang menggunakan emas dalam jumlah besar. Itu ikut mendorong harga,” jelasnya.
Ia menilai kenaikan harga emas saat ini tergolong ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu banyak masyarakat menunggu harga turun, kini tren tersebut mulai ditinggalkan.
“Dulu orang selalu bilang tunggu besok turun. Tapi faktanya, besok malah lebih mahal. Dari COVID-19 sampai sekarang, emas naiknya stabil, tapi kali ini lonjakannya luar biasa,” katanya.
Terkait proyeksi ke depan, Iskandar memperkirakan harga emas masih akan terus meningkat. Mengacu pada analisis para pakar investasi emas, ia menyebut harga emas berpotensi menembus angka Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per gram, meski tidak dalam waktu dekat.
“Pasti naik, hanya soal waktu. Biasanya akhir tahun ada koreksi, lalu menjelang Ramadhan naik lagi,” imbuhnya.
Portofolio Investasi
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






