Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Januari 2026, Potensi Sentuh ATH Baru?
JAKARTA, investor.id - Harga Bitcoin (BTC)
di Januari 2026 akhirnya menunjukkan tanda-tanda pergerakan signifikan yang dinantikan para investor.
Melansir Beincrypto, saat ini harga Bitcoin (BTC) telah menembus zona US$ 95.000 dengan kenaikan harian sebesar 3,8% mencatatkan pertumbuhan total 6,5% dalam sebulan terakhir.
Seiring momentum yang makin kuat dan level resistance kunci semakin dekat, prediksi analis Tom Lee pada Januari untuk all-time high (ATH) baru kini mulai nampak bukan sekadar spekulatif, melainkan makin didukung analisis teknikal, meski risikonya masih tetap ada.
Harga Bitcoin (BTC) telah mengonfirmasi breakout dari pola cup-and-handle, menembus resistance di sekitar US$ 94.800 dengan volume besar.
Volume itu penting karena menunjukkan adanya permintaan nyata yang mempertahankan breakout, bukan hanya likuiditas tipis yang mendorong harga naik. Pergerakan terukur dari struktur ini mengarah ke US$ 106.600, menjadikannya target kenaikan besar pertama.
Meskipun begitu, BTC harus terlebih dulu merebut kembali level psikologis US$ 100.000 agar prediksi lebih tinggi bisa mulai diperhitungkan.
Jika bisa melewati level tersebut, maka prediksi Tom Lee untuk harga Bitcoin di akhir Januari bisa kembali menjadi acuan utama.
Kombinasi pola bullish yang telah dikonfirmasi dengan data suplai on-chain yang mendukung menandakan pergerakan harga ke atas bukan cuma kemungkinan. Ini mencerminkan posisi pasar saat ini.
Adapun yang berubah belakangan ini adalah perilaku ritel. Reli BTC pada Januari lalu mungkin gagal karena ritel banyak yang jual saat harga naik.
Pergerakan di bawah US$ 94.800 bisa memicu likuidasi posisi long, dan berpotensi menekan harga Bitcoin ke kisaran rendah US$ 90.000.
Level Harga Bitcoin
Mulai dari sini, struktur Bitcoin kini semakin jelas. Bertahan di atas kisaran US$ 94.500–US$ 94.800 (dekat level breakout cup) menjaga momentum breakout dan mempertahankan skenario bullish.
Level psikologis US$ 100.200 masih mengadang, tapi tujuan teknikal utama tetap di US$ 106.600, yakni proyeksi pola cup-and-handle. Itu target kunci pertama.
Jika harga BTC berhasil melewati level tersebut dan menyerap suplai di atas US$ 112.000 (zona suplai jangka pendek terkuat), pasar masuk ke area dengan resistance historis yang minim.
Inilah area di mana akselerasi di atas rekor harga tertinggi sebelumnya di dekat US$ 126.200 menjadi lebih realistis, bukan sekadar teori.
Harga Bitcoin (BTC) hanya perlu menjaga breakout-nya dan terus menarik permintaan pasar spot. Jika hal itu terjadi, prediksi rekor harga tertinggi Tom Lee pada Januari tidak lagi terlihat berani, tapi justru menjadi dampak alami dari struktur pasar saat ini.
Di atas level saat ini, kantong suplai yang paling penting muncul di atas US$ 112.000. Setelah zona tersebut, suplai yang terealisasi menjadi jauh lebih tipis. Jika momentum membawa Bitcoin menembus US$ 106.600 dan selanjutnya US$ 112.000, maka jalur menuju rekor harga tertinggi sebelumnya akan semakin mulus secara struktur.
Sebaliknya, jika turun di bawah US$ 94.500, struktur pasar bisa melemah, dan jika anjlok ke bawah US$ 91.600, para bear bisa kembali masuk menyerang.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





