Minggu, 21 Juni 2026

OJK Sebut Investor Asing Aksi Beli Rp 654,9 Miliar di Pasar Saham Hari Ini

Penulis : Grace El Dora
2 Feb 2026 | 19:03 WIB
BAGIKAN
Jajaran pejabat tinggi Danantara Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Konferensi Pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (2/2/2026). (Foto: ANTARA/ Muhammad Heriyanto)
Jajaran pejabat tinggi Danantara Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Konferensi Pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (2/2/2026). (Foto: ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 654,9 miliar di pasar saham Indonesia pada perdagangan Senin (2/2/2026).

Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi yang kerap dipanggil dengan nama Kiky mengatakan, aksi beli bersih investor asing pada hari ini. Aksi beli dilakukan setelah mereka melakukan aksi jual bersih (net sell) sepanjang empat hari pada pekan lalu.

“Ternyata setelah empat hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar. Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell dari foreign,” jelas Kiky dalam Konferensi Pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta seperti dikutip Antara, Senin.

Kiky menjelaskan, pelemahan tidak hanya terjadi pada indeks di Indonesia, namun juga terjadi pada bursa-bursa di kawasan Asia. Salah satunya Korea Selatan yang menerapkan trading halt pada Indeks Kospi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

“Secara regional, indeks-indeks di regional juga minus ya, kalau kita lihat di Kospi Korea itu minusnya bahkan jauh lebih dalam 5,4%, kemudian di Hong Kong, kemudian India, Singapura dan China juga secara regional melemah,” ujar Kiky.

Dengan demikian, menurutnya, meskipun mengalami pelemahan namun masih terdapat hal positif yang dapat dicermati di pasar saham Indonesia

“Jadi kita melihatnya ini juga untuk perspektif yang lebih luas dan lebih global. Jadi market kita hari ini walaupun turun tapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat,” imbuhnya.

Kiky menjelaskan, saham-saham yang mengalami penurunan pada hari ini yaitu saham-saham yang selama ini memang valuasinya sudah tinggi. Sedangkan saham-saham yang berfundamental bagus cenderung mengalami kenaikan.

“Jadi, ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini, tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham memang secara harganya sudah naiknya terlalu tinggi,” lanjut dia.

Dalam kesempatan ini, OJK dan SRO memastikan bahwa seluruh perdagangan di pasar modal Indonesia akan dilakukan secara teratur, wajar dan efisien.

“Kami ingin memastikan bahwa OJK bersama seluruh SRO memastikan ya seluruh perdagangan dilakukan secara teratur wajar efisien,” lanjut Kiky.

Pada penutupan perdagangan BEI pada Senin sore, IHSG ditutup melemah 406,88 poin atau 4,88% ke posisi 7.922,73.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 27,29 poin atau 3,27% ke posisi 806,24.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.949.040 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,41 miliar lembar saham senilai Rp 29,17 triliun. Sebanyak 58 saham naik 720 saham menurun dan 36 tidak bergerak nilainya.

Ketahanan Pasar Modal di Tengah Tekanan Regional

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Februari 2026 mencerminkan tingginya volatilitas pasar keuangan global. Penurunan indeks sebesar 4,88% ke level 7.922 dipicu oleh sentimen negatif yang melanda bursa Asia secara serentak, termasuk pemberlakuan trading halt di bursa Korea Selatan akibat kejatuhan Indeks Kospi yang sangat dalam.

Dinamika ini umumnya didorong oleh kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global dan penyesuaian portofolio aset berisiko.

Meski demikian, aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing sebesar Rp 654,9 miliar memberikan sinyal positif terkait tingkat kepercayaan terhadap instrumen investasi di dalam negeri. Masuknya aliran modal asing di saat indeks sedang terkoreksi menunjukkan investor institusional masih melihat adanya nilai (value) pada saham-saham dengan fundamental yang kokoh.

OJK memandang fenomena ini sebagai bentuk kematangan pasar modal Indonesia, di mana koreksi harga dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pada emiten berkinerja baik, sekaligus memastikan infrastruktur perdagangan tetap beroperasi secara wajar dan transparan di tengah gejolak regional.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia