Wall Street Melemah, Tekanan Saham Teknologi Berlanjut
Di sisi lain, penguatan Dow Jones ditopang oleh saham-saham defensif dan bernuansa nilai (value). Saham Amgen melonjak 8% setelah perusahaan bioteknologi tersebut membukukan laba dan pendapatan kuartal keempat di atas ekspektasi. Saham Honeywell juga naik hampir 2%, seiring rotasi investor dari saham teknologi ke sektor yang lebih stabil.
“Ini rotasi yang wajar. Saham growth berkapitalisasi besar sudah mendominasi terlalu lama, sementara saham value, small cap, dan pasar di luar Amerika Serikat (AS) sebelumnya tertinggal,” jelas Welch.
Dari sisi data ekonomi, ADP melaporkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS pada Januari hanya bertambah 22.000 orang, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 45.000 tenaga kerja.
Data ADP biasanya menjadi indikator awal menjelang rilis data nonfarm payrolls dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Namun, laporan tersebut belum dirilis pekan ini akibat penutupan sebagian pemerintahan (partial government shutdown) yang baru berakhir pada Selasa, setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang pendanaan.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks-indeks utama Wall Street juga tertekan, seiring investor mengurangi eksposur pada saham-saham pertumbuhan berisiko tinggi. Saham Nvidia dan Microsoft masing-masing turun hampir 3%. Sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja terburuk di S&P 500, melemah lebih dari 2%.
Pelaku pasar kini menanti laporan keuangan Alphabet yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar Rabu. Sementara itu, laporan kinerja Amazon, sesama anggota kelompok ‘Magnificent Seven’, akan dirilis pada Kamis (5/2/2026).
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





