Sabtu, 4 April 2026

Wall Street Gagal Ngebut, Saham Software Jadi Pemberat Utama

Penulis : Indah Handayani
18 Feb 2026 | 04:49 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street. (AP Photo/Richard Drew)
Ilustrasi Wall Street. (AP Photo/Richard Drew)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street ditutup naik tipis pada perdagangan Selasa (17/2/2026), setelah tekanan pada saham-saham sektor software menahan penguatan pasar.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik tipis 0,1% ke level 6.843,22. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,14% ke 22.578,38 dan Dow Jones Industrial Average naik 32,26 poin (0,07%) ke 49.533,19.

Pelaku pasar melakukan rotasi dari saham software yang sepanjang tahun ini tertekan, ke saham sektor keuangan. Saham Citigroup melonjak 2,6%, sementara JPMorgan naik lebih dari 1%.

Sebaliknya, tekanan masih membayangi emiten teknologi. Saham ServiceNow turun lebih dari 1% dan telah merosot sekitar 31% sepanjang 2026. Autodesk dan Palo Alto Networks masing-masing melemah lebih dari 2%. Sejak awal tahun, Autodesk terkoreksi sekitar 24%, sedangkan Palo Alto turun 11%.

Saham Salesforce dan Oracle juga terkoreksi masing-masing hampir 3% dan 4%, dengan penurunan tahun berjalan mencapai 30% dan 21%. Tekanan sektor ini turut tercermin pada iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) yang merosot lebih dari 2% dan telah turun sekitar 23% sepanjang tahun ini.

Sektor software tertekan oleh kekhawatiran bahwa perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi menggantikan penyedia perangkat lunak spesifik industri.

Chief Investment Strategist Concurrent Investment Advisors Leah Bennett mengatakan, pasar masih menunggu kejelasan kinerja laba emiten. Ia menilai perusahaan yang tidak memiliki keunggulan kompetitif kuat berisiko mengalami penurunan kinerja. Disrupsi AI, menurutnya, juga akan mendorong pasar memilah emiten yang mampu bertahan dan menjadi pemenang.

Kekhawatiran disrupsi AI pekan lalu menekan sejumlah sektor, termasuk software, properti, logistik truk, dan jasa keuangan. Akibatnya, S&P 500 mencatat dua pekan berturut-turut pelemahan. Dalam sepekan terakhir, S&P 500 dan Dow masing-masing turun lebih dari 1%, sementara Nasdaq merosot lebih dari 2%.

Penurunan Beruntun

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 6 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 10 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 36 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 39 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia