Wall Street Gagal Ngebut, Saham Software Jadi Pemberat Utama
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street ditutup naik tipis pada perdagangan Selasa (17/2/2026), setelah tekanan pada saham-saham sektor software menahan penguatan pasar.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik tipis 0,1% ke level 6.843,22. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,14% ke 22.578,38 dan Dow Jones Industrial Average naik 32,26 poin (0,07%) ke 49.533,19.
Pelaku pasar melakukan rotasi dari saham software yang sepanjang tahun ini tertekan, ke saham sektor keuangan. Saham Citigroup melonjak 2,6%, sementara JPMorgan naik lebih dari 1%.
Sebaliknya, tekanan masih membayangi emiten teknologi. Saham ServiceNow turun lebih dari 1% dan telah merosot sekitar 31% sepanjang 2026. Autodesk dan Palo Alto Networks masing-masing melemah lebih dari 2%. Sejak awal tahun, Autodesk terkoreksi sekitar 24%, sedangkan Palo Alto turun 11%.
Saham Salesforce dan Oracle juga terkoreksi masing-masing hampir 3% dan 4%, dengan penurunan tahun berjalan mencapai 30% dan 21%. Tekanan sektor ini turut tercermin pada iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) yang merosot lebih dari 2% dan telah turun sekitar 23% sepanjang tahun ini.
Sektor software tertekan oleh kekhawatiran bahwa perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi menggantikan penyedia perangkat lunak spesifik industri.
Chief Investment Strategist Concurrent Investment Advisors Leah Bennett mengatakan, pasar masih menunggu kejelasan kinerja laba emiten. Ia menilai perusahaan yang tidak memiliki keunggulan kompetitif kuat berisiko mengalami penurunan kinerja. Disrupsi AI, menurutnya, juga akan mendorong pasar memilah emiten yang mampu bertahan dan menjadi pemenang.
Kekhawatiran disrupsi AI pekan lalu menekan sejumlah sektor, termasuk software, properti, logistik truk, dan jasa keuangan. Akibatnya, S&P 500 mencatat dua pekan berturut-turut pelemahan. Dalam sepekan terakhir, S&P 500 dan Dow masing-masing turun lebih dari 1%, sementara Nasdaq merosot lebih dari 2%.
Penurunan Beruntun
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






