Saham BBCA Diestimasi Begini
JAKARTA, investor.id - Saham emiten bank swasta terbesar di RI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA ditutup minus 1,71% ke Rp 7.200 pada perdagangan Jumat (13/2/2026) pekan lalu. Investor asing jor-joran lepas saham BBCA.
Sebanyak 356,02 juta saham Bank Central Asia diperdagangkan, frekuensi 81.301 kali, dan nilai transaksi Rp 2,58 triliun. Investor asing membukukan net sell di saham berkode BBCA mencapai Rp 1,32 triliun.
Saham BBCA kerap ditutup di zona merah sejak 6 Februari 2026. Dalam sepekan terakhir, saham BBCA anjlok 6,19% di mana investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp 3,86 triliun.
Baca Juga:
Saham BUMI Siap-siap Tembus SeginiAdapun dalam tiga bulan terakhir, saham BCA longsor 15,29% dengan investor asing membukukan net sell hingga Rp 17 triliun.
Sementara itu, CGS International Sekuritas dalam analisisnya untuk perdagangan Rabu (18/2/2026) mematok support pertama saham BBCA di 7.158 dan support kedua 7.117. Adapun pivot pada 7.242.
Jika bisa naik, maka resistance pertama saham BBCA pada 7.283 dan resistance kedua di 7.367.
Baca Juga:
BMRI Unjuk Gigi, Target Harga TinggiEditor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






