Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Rabu 18 Februari 2026: Tergerus
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tergerus pada Rabu (18/2/2026). Di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang risalah rapat The Fed, serta perkembangan geopolitik global yang turut dipengaruhi kebijakan Presiden Donald Trump.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini menguat 29 poin (0,17%) ke level Rp 16.866 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,1% ke level 97,22.
Sedangkan pada perdagangan Jumat (13/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 8 poin di level Rp 16.836.
Dikutip dari Reuters, pasar tetap waspada dan investor menantikan risalah rapat The Feduntuk mendapatkan sinyal terkait pemangkasan suku bunga ke depan.
Pasar keuangan juga mencermati perkembangan geopolitik setelah Iran menyatakan ada kemajuan dalam perundingan nuklir dengan AS di Jenewa, sementara negosiasi perdamaian antara Ukraina dan Rusia terus berlangsung.
ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia Samara Hammoud mengatakan, sentimen risiko yang melemah, akibat kekhawatiran atas ketegangan geopolitik baru di Timur Tengah dan volatilitas pasar saham AS, sempat mendukung dolar AS.
"Namun, laporan bahwa AS dan Iran mencapai ‘kesepakatan umum’ dalam negosiasi nuklir di Swiss membantu meredakan kekhawatiran tersebut,” tulis Hammoud.
Iran dan AS mencapai pemahaman mengenai prinsip-prinsip utama dalam putaran kedua pembicaraan tidak langsung terkait sengketa nuklir mereka pada Selasa, meskipun kesepakatan final belum akan segera tercapai, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
Di Jenewa, negosiator Ukraina dan Rusia menyelesaikan hari pertama dari dua hari perundingan damai yang dimediasi AS, dengan Trump mendesak Kyiv agar bergerak cepat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung empat tahun.
Dengan banyak pasar Asia masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek, investor menantikan risalah pertemuan terakhir The Fed dan data ekonomi penting AS sebagai katalis perdagangan.
Risalah The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






