Sabtu, 4 April 2026

Merdeka Gold (EMAS) Memulai Tahap Produksi Emas di Tambang Emas Pani

Penulis : Erta Darwati
18 Feb 2026 | 09:54 WIB
BAGIKAN
Merdeka Gold Resources (EMAS). Perseroan
Merdeka Gold Resources (EMAS). Perseroan

JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), secara resmi telah melakukan first gold pour (penuangan emas perdana) di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada 14 Februari 2026. 

Pencapaian di pertengahan kuartal I-2026 ini tercatat lebih awal dari target realisasi yang semula diperkirakan pada akhir kuartal l-2026.

First gold pour yang menghasilkan dore bullion menandai dimulainya tahap produksi emas komersial Tambang Emas Pani. Doré Bullion yang dihasilkan diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) dilanjutkan dengan pemulihan emas melalui fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR).

Advertisement

Pencapaian ini menjadi tonggak penting setelah EMAS menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan sejak akuisisi aset pada 2020.

Fase awal operasi Tambang Emas Pani menggunakan metode heap leach dengan target produksi sekitar 110.000-115.000 ounces emas pada tahun pertama operasi, angka ini lebih tinggi dari target awal 80.000 ounces emas untuk tahun 2026. 

Tambang ini dikelola sebagai tambang terbuka (open pit) dengan Cadangan Bijih (Ore Reserve) sekitar 4,8 juta ounces emas dan Perkiraan Sumber Daya Mineral (Mineral Resource Estimate) lebih dari 7 juta ounces emas, menjadikannya salah satu tambang emas primer paling prospektif di Indonesia.

Seiring dimulainya produksi heap leach, EMAS telah memulai tahap konstruksi Carbon-In-leach (CIL), dengan pekerjaan earthwork yang sudah berjalan sejak awal 2026, lebih awal dibandingkan ekspektasi semula pada 2027.

EMAS juga mempercepat fasilitas CIL 12 juta ton bijih per tahun yang kini ditargetkan rampung pada 2028, dibandingkan rencana awal (tahap pertama 7 juta ton pada 2029 dan ekspansi 5 juta ton menjadi 12 juta ton pada 2032). 

Dengan percepatan ini, EMAS menargetkan potensi produksi sekitar 500.000 ounces emas per tahun dapat dicapai pada 2029, lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada 2032.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyampaikan bahwa first gold pour di Tambang Emas Pani merupakan pencapaian strategis bagi perseroan dan Grup Merdeka.

Dia mengatakan, first gold pour ini merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial. 

“Pencapaian ini diraih lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya kami sampaikan kepada publik, mencerminkan disiplin eksekusi proyek dan kesiapan operasional yang solid. Beroperasinya Tambang Emas Pani juga menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke tahap berikutnya," ujar Boyke saat acara prosesi penuangan emas perdana.

Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan keyakinannya akan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo dengan adanya industri pertambangan.

"Saya optimistis dengan adanya industri pertambangan, pertumbuhan ekonomi provinsi bisa mencapai 6% lebih asal dikelola dengan baik," kata Gubernur sembari menambahkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi mencapai 5,71%. 

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, Gubernur Gusnar menambahkan, harapannya angka kemisikinan di provinsi juga akan turun.

Menjelang fase produksi, Tambang Emas Pani telah menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan dan commissioning utama, termasuk penambangan awal, fasilitas Ore Preparation Plant (OPP), heap leach, serta fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR), sehingga siap memasuki tahap produksi emas komersial secara penuh.

"Selain memperkuat portfolio emas Grup Merdeka, Tambang Emas Pani juga memberikan kontribusi nyata bagi produksi emas Indonesia serta pembangunan ekonomi Gorontalo melalui penciptaan lapangan kerja dan program pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan operasi kami dijalankan mengedepankan prinsip-prinsip Good Mining Practices (GMP) serta standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang tinggi." tutup Boyke.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 3 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 7 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 11 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 37 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 40 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia