Saham Hillcon (HILL) Belum Kena Suspensi, Harga Nyungsep Habis-habisan
JAKARTA, investor.id - Saham PT Hillcon Tbk (HILL) kembali mentok auto reject bawah (ARB) minus 15% ke Rp 68 pada sesi I perdagangan Rabu (18/2/2026).
Antrean jual di harga bawah membeludak mencapai 2,33 juta lot saham di sekitar pukul 10.07 WIB.
Saham HILL anjlok 13,98% ke Rp 80 pada perdagangan Jumat (13/2/2026) pekan lalu. Dan Pada perdagangan Kamis (12/2/2026), saham emiten jasa pertambangan ini juga longsor 14,68% mentok ARB.
Baca Juga:
Saham HILL Masuk Radar UMAMeski demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menjatuhkan suspensi terhadap saham HILL. Bursa hanya memberikan peringatan unusual market activity (UMA).
“Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan adanya penurunan harga pada saham PT Hillcon Tbk (HILL) yang di luar kebiasaan (unusual market activity),” jelas pengumuman BEI, Rabu (18/2/2026).
Dalam sebulan terakhir, saham Hillcon nyungsep habis-habisan 60,69%. Dan jika dilihat lebih jauh, saham berkode HILL nyungsep 84,33% tiada ampun dalam satu tahun terakhir.
PT Hillcon Tbk (HILL) juga sudah mengungkap keterbukaan informasi yang isinya berupa panggilan sidang termohon penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Hillconjaya Sakti.
Hillconjaya Sakti merupakan anak usaha dari Hillcon (HILL). Di mana saat ini Hillcojaya Sakti digugat PKPU oleh PT Tri Nusantara Petromine.
“Tanggal kejadian 10 Februari 2026. Panggilan sidang permohonan PKPU Nomor Perkara 26/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Jkt.Pst,” ungkap Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (14/2/2026).
“PT Hillconjaya Sakti yang merupakan entitas anak dari perseroan saat ini mendapatkan panggilan sidang pertama oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” sambungnya.
Pengendalinya sendiri, PT Hillcon Equity Management sering melakukan aksi jual terhadap saham ini. Dalam laporan terbaru tertanggal 12 Februari 2026, Hillcon Equity Management melepas 1.853.500 saham HILL pada 11 Februari 2026 di harga Rp 140 per saham. Sehingga Hillcon Equity Management jadi tinggal menggenggam 41,41% saham dari sebelumnya 41,43%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






