Bukan BUMI, tapi Saham Emiten Grup Bakrie Ini yang Diusung
JAKARTA, investor.id – Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) lebih dijagokan ketimbang saham emiten Grup Bakrie lainnya, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang juga dikendalikan oleh Grup Salim. Muncul target harga saham ENRG.
Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam riset berjudul ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’ memasukkan saham ENRG ke dalam daftar saham pilihan di Tahun Kuda Api atau tahun 2026.
Baca Juga:
Saham BUMI Terus-terusan Dihajar AsingProspek ENRG didukung oleh kenaikan target produksi sebesar 10-15% secara tahunan (year on year/yoy) dan pemboran sumur baru. Perusahaan hulu migas (minyak dan gas) milik Grup Bakrie itu juga ditopang oleh penguatan struktur modal melalui private placement/rights issue.
“Valuasi ENRG tergolong atraktif berkat solidnya kontribusi gas,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Kamis (19/2/2026).
Energi Mega Persada (ENRG) berambisi untuk menggandakan produksi migasnya. ENRG telah menetapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun untuk tahun 2026. Capex tersebut merupakan bagian dari rencana investasi US$ 1,4 miliar untuk periode 2025-2035.
ENRG akan memfokuskan investasinya untuk eksplorasi, pengembangan, dan pemeliharaan guna menjaga keberlanjutan produksi.
“ENRG menargetkan pertumbuhan produksi sekitar 10% yoy pada 2026 dan berambisi menggandakan produksi hingga 100 mboepd pada 2030,” tulis analis senior Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas dalam risetnya.
ENRG telah mengumumkan penemuan gas baru di East Walanga (sumur eksplorasi EWL-1), yang berada di wilayah Kontrak Kerja Sama (PSC) Sengkang, Sulawesi Selatan – dengan laju aliran (flow rates) sebesar 25-36 mmscfd dan absolute open flow (AOF) mencapai 120 mmscfd. Ini menegaskan potensi komersial yang kuat.
“ENRG berencana melakukan pengeboran lanjutan untuk mengonversi penemuan ini menjadi cadangan tercatat, serta melanjutkan aktivitas eksplorasi di Blok Sengkang. Tambahan produksi gas ini diharapkan mendukung kinerja keuangan ke depan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham,” sebut Sukarno.
Target Harga Saham
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan buy saham Energi Mega Persada (ENRG). Target harga saham ENRG dipatok sebesar Rp 2.000.
Pada perdagangan Rabu (18/2/2026), saham ENRG ditutup menguat 0,3% ke level Rp 1.540. Jika mengacu pada harga tersebut, potensi cuan saham ENRG mencapai 30%.
Risiko utamanya meliputi transisi energi, ketidakpastian regulasi, fluktuasi harga komoditas, persaingan, dan perkembangan teknologi.
ENRG baru-baru ini melakukan penyeimbangan portofolio yang lebih sehat – divestasi 50% kepemilikan di PSC Gebang kepada JAPEX membentuk usaha patungan yang setara, sehingga memperkuat kapasitas pendanaan dan kualitas eksekusi proyek.
Baca Juga:
INET, Saham Kuda Api: Cuan Besar MenantiPada saat yang sama, ENRG mengonsolidasikan kendali atas PSC Kangean, yang menyumbang sekitar 21,8% produksi minyak pada semester I-2025 dan sekitar 17,5% pendapatan hingga kuartal III-2025. Langkah ini menghasilkan profil risiko dan imbal hasil yang lebih seimbang.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






