Alarm Saham BUMI
JAKARTA, investor.id – Meski harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melompat 7,01% sepanjang pekan ini, periode 15-17 Juni 2026, tapi ada alarm yang mulai berbunyi dipicu aksi jual asing.
Ya, di pekan ketiga Juni 2026, saham emiten Grup Bakrie dan Salim itu malah membukukan net sell investor asing Rp 553,31 miliar. Padahal, pada dua pekan sebelumnya, saham BUMI selalu membukukan net buy asing.
Di empat hari bursa pada minggu ini, saham BUMI selalu kena net sell asing. Dan yang tertinggi terjadi pada 15 Juni dengan net sell asing Rp 335,57 miliar. Padahal di hari itu, saham BUMI melompat tinggi 10,19%.
Adapun pada perdagangan Jumat (19/6/2026) kemarin, saham emiten pertambangan BUMI ditutup melemah 1,75% ke Rp 168. Sebanyak 2,64 miliar saham BUMI diperdagangkan, frekuensi 44.511 kali, dan nilai transaksi Rp 452,44 miliar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki agenda besar pada Kamis (18/6/2026) berupa rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
Rapat diselenggarakan di JS Luwansa Hotel Jakarta. Di mana RUPST terdiri dari lima mata acara, di antaranya pengesahan neraca dan perhitungan laba/rugi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Juga perubahan dan/atau penetapan kembali susunan direksi dan dewan komisaris perseroan.
Sedangkan, RUPSLB satu mata acara yaitu perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Namun, saat berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari perseroan mengenai hasil RUPST dan RUPSLB.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






