Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Enam Bulan
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia melonjak sekitar 2% pada perdagangan Kamis (19/2/2026) dan ditutup di level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memperbesar risiko gangguan pasokan energi global dari kawasan Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik US$ 1,31 (1,9%) menjadi US$ 71,66 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 1,24 (1,9%) ke level US$ 66,43 per barel.
Kenaikan ini memperpanjang reli setelah sehari sebelumnya Brent melonjak lebih dari 4% dan mencapai level tertinggi sejak 31 Juli, sedangkan WTI menyentuh posisi tertinggi sejak 1 Agustus 2025.
Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow mengatakan, pasar minyak saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
“Ketegangan geopolitik dan kekhawatiran bahwa AS dapat menyerang Iran dalam waktu dekat menjadi faktor utama yang mendorong harga. Pasar kemungkinan akan terus menguat sebagai antisipasi potensi eskalasi,” ujarnya.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya, atau menghadapi ‘konsekuensi serius’. Trump juga mengisyaratkan tenggat waktu sekitar 10 hari sebelum kemungkinan tindakan lebih lanjut diambil.
Di saat yang sama, Iran dilaporkan akan menggelar latihan angkatan laut bersama Rusia, hanya beberapa hari setelah menutup sementara Selat Hormuz untuk latihan militer.
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global, dengan sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut. Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak secara signifikan.
AS-Iran Memanas
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






