Sabtu, 4 April 2026

IHSG Tancap Gas, 5 Saham Melonjak hingga 35%

Penulis : Erta Darwati
25 Feb 2026 | 16:22 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (25/2/2026), ditutup menguat 41,4 poin (0,5%) ke level 8.322,2.

Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham JAYA hingga KONI dengan lonjakan harga 25% sampai 35%.

Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 28,26 triliun. Sebanyak 357 saham menguat, sedangkan 348 saham turun dan 253 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 49,3 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,78 juta kali.

Advertisement

Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Penguatan terbesar pada sektor kesehatan sebesar 2,73%.

Diikuti penguatan sektor barang konsumen primer 2,71%, sektor perindustrian 2,21%, sektor energi 1,06%, sektor barang baku 1,03%, sektor infrastruktur 0,93%, sektor properti 0,61%, sektor barang konsumen non-primer 0,12%. 

Sebaliknya, pelemahan melanda sektor keuangan 0,23%, sektor teknologi 0,21%, dan sektor transportasi 1,69%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, penguatan indeks tak lepas dari reli bursa Asia yang mengikuti tren positif Wall Street. Pasar sempat mencemaskan dampak AI terhadap berbagai sektor industri, khususnya tenaga kerja. Namun, pandangan pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) mulai menenangkan pelaku pasar.

Selain itu, Pilarmas mengatakan, pelaku pasar juga mencermati pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung hari ini untuk menangkap arah kebijakan terbaru.

Dari dalam negeri, Pilarmas menyebut, sentimen positif datang dari kebijakan pemerintah memperpanjang masa penempatan dana Rp 200 triliun di perbankan. Dana yang semula jatuh tempo 13 Maret 2026 diperpanjang hingga September 2026.

Menurut Pilarmas, langkah tersebut dinilai memperkuat kondisi likuiditas perbankan, meningkatkan penetrasi ke pasar keuangan, serta menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

Cuan Besar

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 15 menit yang lalu

Dorong Elektrifikasi untuk Perkuat Kemandirian Energi di Tengah Gejolak Global

Percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional.
Lifestyle 29 menit yang lalu

Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol

Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari ini
Market 44 menit yang lalu

WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.
Lifestyle 52 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 2 jam yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 2 jam yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia