Sabtu, 4 April 2026

Wall Street Terpukul Lonjakan Inflasi AS

Penulis : Indah Handayani
28 Feb 2026 | 04:17 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street. (AP Photo/Richard Drew)
Ilustrasi Wall Street. (AP Photo/Richard Drew)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street kembali tertekan pada penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026), setelah data inflasi produsen keluar jauh lebih tinggi dari perkiraan. Lonjakan inflasi ini menambah daftar kekhawatiran investor, mulai dari dampak belanja besar kecerdasan buatan (AI) hingga tekanan di pasar kredit swasta.

Dikutip dari CNBC internasional, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 521,28 poin (1,05%) ke level 48.977,92. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,43% menjadi 6.878,88, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,92% ke 22.668,21.

Sepanjang Februari, ketiga indeks utama tersebut berada di zona merah. Pasar dibayangi kekhawatiran bahwa ekspansi besar-besaran di sektor AI bisa memicu gangguan di sejumlah industri dan menekan perekonomian secara lebih luas.

Advertisement

Sentimen negatif makin menguat setelah perusahaan fintech milik Jack Dorsey, Block, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 4.000 karyawan atau hampir separuh tenaga kerjanya. Saham-saham sektor keuangan dan sektor siklikal lainnya pun ikut tertekan.

Saham-saham yang terkait dengan kredit swasta kembali berada di bawah tekanan menyusul kekhawatiran dampak kolapsnya penyedia hipotek asal Inggris, Market Financial Solutions.

Beberapa saham yang mencatat pelemahan tajam, antara lain Apollo Global Management yang turun 8% dan Jefferies yang merosot 10%. Sementara itu, Blue Owl Capital melemah 6% setelah sebelumnya terdampak pembatasan likuiditas dan penjualan aset.

Di sektor teknologi, tekanan juga tak terhindarkan. Salesforce turun 3% dan Microsoft melemah 2%, membebani Dow Jones. Perusahaan keamanan siber Zscaler anjlok 13% setelah pendapatan ditangguhkan dan tagihan kuartal II fiskal meleset dari ekspektasi. Sedangkan CoreWeave terperosok 21% akibat proyeksi kinerja yang mengecewakan.

Saham Nvidia juga memperpanjang pelemahan pascalaporan keuangan dengan turun 3%, setelah sehari sebelumnya merosot lebih dari 5%. Padahal, kinerja kuartal IV perusahaan pembuat chip tersebut tergolong solid.

Pelaku pasar menilai pelemahan Nvidia dipicu keraguan atas kesepakatan dengan OpenAI, sentimen negatif terhadap perdagangan bertema AI, serta kekhawatiran apakah belanja modal AI oleh perusahaan teknologi raksasa (hyperscalers) dapat berkelanjutan.

Inflasi Produsen Melonjak

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 14 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 35 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 37 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 49 menit yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 1 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia