Minggu, 21 Juni 2026

Perdagangan Emas Dunia Mulai Terdampak Konflik Timur Tengah

Penulis : Indah Handayani
7 Mar 2026 | 11:40 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas
ilustrasi emas

JAKARTA, investor.id – Konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada perdagangan emas global. Pemerintah Ghana mempertimbangkan mengalihkan pengiriman emas artisanal ke pusat pemurnian alternatif setelah gangguan penerbangan menuju Dubai menghambat arus logistik logam mulia tersebut.

Dikutip dari Reuters, dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan perusahaan eksportir emas artisanal milik negara Ghana tengah menyiapkan jalur pengiriman baru jika gangguan penerbangan ke Uni Emirat Arab terus berlanjut.

Gangguan ini terjadi setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran meluas di kawasan Timur Tengah, sehingga sebagian besar penerbangan menuju Dubai dihentikan sementara.

ADVERTISEMENT

Dubai selama ini menjadi salah satu pusat perdagangan emas terbesar di dunia dan jalur utama distribusi emas fisik ke pusat pemurnian besar seperti Swiss, Hong Kong, dan India. Bagi Ghana, produsen emas terbesar di Afrika dan keenam terbesar di dunia, sekitar 80% emas dari sektor pertambangan skala kecil dan artisanal biasanya diproses di Dubai.

Perdagangan emas artisanal Ghana saat ini dikelola oleh GoldBod, lembaga yang menjadi satu-satunya pembeli dan eksportir resmi emas dari sektor pertambangan skala kecil sejak dibentuk tahun lalu. Seorang pejabat senior GoldBod mengatakan pihaknya telah menyiapkan rencana cadangan untuk pengiriman emas ke pusat pemurnian di luar Uni Emirat Arab, seperti Shanghai dan beberapa hub pemurnian di India.

Namun pelaku industri menilai pengalihan rute tersebut berpotensi meningkatkan biaya logistik.

Harga emas dunia yang mencapai rekor tertinggi serta sentralisasi perdagangan melalui GoldBod turut mendorong lonjakan produksi resmi emas artisanal Ghana. Tahun lalu, produksi sektor tersebut meningkat 63% menjadi 96 metrik ton dengan nilai sekitar US$15,8 miliar atau sekitar 52% dari total produksi emas nasional.

Meski demikian, GoldBod menilai gangguan terhadap perdagangan emas tidak akan terlalu signifikan karena permintaan pasar tetap tinggi. “Selalu ada pasar untuk emas. Banyak pembeli yang sudah lama menunggu, bahkan ada yang bersedia membayar dengan harga premium,” ujar salah satu pejabat GoldBod yang enggan disebutkan namanya.

Aktivitas Penerbangan Turun Drastis

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia