Sabtu, 4 April 2026

Harga Bitcoin (BTC) Terkoreksi Dalam, Pakar Ingatkan Koreksi Lebih Parah

Penulis : Indah Handayani
9 Mar 2026 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC). (IST)
Ilustrasi Bitcoin (BTC). (IST)

JAKARTA, investor.id Pasar kripto jatuh, bahkan harga Bitcoin (BTC) terkoreksi dalam pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi, seiring pelemahan pasar kripto global. Analis memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut menuju area US$ 60.000 setelah BTC gagal mempertahankan level teknikal penting.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 05.45 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,97% menjadi US$ 2,26 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok 1,85% ke US$ 66.047 per koin atau sekitar Rp 1,11 miliar (kurs Rp 16.939).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar juga ambrol 1,6%. Dengan Ethereum terpangkas 1,38% ke US$ 1.938, Binance (BNB) anjlok 1,02% ke US$ 613, XRP melemah 0,79% ke US$ 1,34, Dogecoin (DOGE) turun 0,51% ke US$ 0,08, dan Solana (SOL) terjungkal 1,32% ke US$ 81,91.

Advertisement

Dikutip dari CoinTelegraph, Harga Bitcoin berisiko menghadapi resistensi baru setelah gagal mempertahankan level penting menjelang penutupan perdagangan mingguan. Kondisi ini memunculkan kemungkinan penurunan menuju area US$ 60.000.

Data dari TradingView menunjukkan pasangan BTC/USD sempat menyentuh level terendah multi-hari selama akhir pekan. Posisi ini menempatkan Bitcoin di bawah garis tren penting, yakni 200-day exponential moving average (EMA), yang beberapa kali gagal direbut kembali sebagai level support.

Trader dan analis kripto Rekt Capital menyoroti pentingnya level tersebut. Menurut dia, Bitcoin kembali menembus ke atas garis 200 EMA, tetapi gagal mempertahankan momentum sehingga sebagian besar rebound sebelumnya terhapus.

Ia menilai jika penutupan mingguan terjadi di bawah level 200-week EMA yang kini berada di sekitar US$68.310, maka garis tersebut berpotensi menjadi resistensi baru bagi harga Bitcoin. Sebelum Februari lalu, pasangan BTC/USD terakhir kali ditutup di bawah garis tren ini pada grafik mingguan terjadi pada awal Maret 2023.

Meski demikian, pandangan lebih optimistis datang dari trader Merlijn The Trader yang menilai pergerakan harga saat ini berpotensi mengulang pola tahun 2023. Saat itu, Bitcoin sempat melemah sebelum akhirnya melonjak tajam setelah kembali menembus 200-week EMA.

Minyak dan Emas Jadi Penentu

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 4 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 4 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia