Harga Bitcoin (BTC) Terkoreksi Dalam, Pakar Ingatkan Koreksi Lebih Parah
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto jatuh, bahkan harga Bitcoin (BTC) terkoreksi dalam pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi, seiring pelemahan pasar kripto global. Analis memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut menuju area US$ 60.000 setelah BTC gagal mempertahankan level teknikal penting.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 05.45 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,97% menjadi US$ 2,26 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok 1,85% ke US$ 66.047 per koin atau sekitar Rp 1,11 miliar (kurs Rp 16.939).
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar juga ambrol 1,6%. Dengan Ethereum terpangkas 1,38% ke US$ 1.938, Binance (BNB) anjlok 1,02% ke US$ 613, XRP melemah 0,79% ke US$ 1,34, Dogecoin (DOGE) turun 0,51% ke US$ 0,08, dan Solana (SOL) terjungkal 1,32% ke US$ 81,91.
Dikutip dari CoinTelegraph, Harga Bitcoin berisiko menghadapi resistensi baru setelah gagal mempertahankan level penting menjelang penutupan perdagangan mingguan. Kondisi ini memunculkan kemungkinan penurunan menuju area US$ 60.000.
Data dari TradingView menunjukkan pasangan BTC/USD sempat menyentuh level terendah multi-hari selama akhir pekan. Posisi ini menempatkan Bitcoin di bawah garis tren penting, yakni 200-day exponential moving average (EMA), yang beberapa kali gagal direbut kembali sebagai level support.
Trader dan analis kripto Rekt Capital menyoroti pentingnya level tersebut. Menurut dia, Bitcoin kembali menembus ke atas garis 200 EMA, tetapi gagal mempertahankan momentum sehingga sebagian besar rebound sebelumnya terhapus.
Ia menilai jika penutupan mingguan terjadi di bawah level 200-week EMA yang kini berada di sekitar US$68.310, maka garis tersebut berpotensi menjadi resistensi baru bagi harga Bitcoin. Sebelum Februari lalu, pasangan BTC/USD terakhir kali ditutup di bawah garis tren ini pada grafik mingguan terjadi pada awal Maret 2023.
Meski demikian, pandangan lebih optimistis datang dari trader Merlijn The Trader yang menilai pergerakan harga saat ini berpotensi mengulang pola tahun 2023. Saat itu, Bitcoin sempat melemah sebelum akhirnya melonjak tajam setelah kembali menembus 200-week EMA.
Minyak dan Emas Jadi Penentu
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





