Minggu, 21 Juni 2026

Rahayu Anak Hashim Baru Beli TRIN di Rp 200, Sudah Jual Lagi di Rp 1.000-an

Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Mar 2026 | 08:07 WIB
BAGIKAN
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (ANTARA/Pamela Sakina)
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (ANTARA/Pamela Sakina)

JAKARTA, investor.id - Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, melalui PT Satya Devya menjual 49 juta saham TRIN dengan harga rata–rata Rp 1.093/lembar atau senilai total Rp 53,5 miliar pada periode 19 Desember 2025–5 Februari 2026.

“Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di TRIN melalui PT Satya Devya turun dari 4% menjadi 2,92%,” sebut ulasan Stockbit Sekuritas, Senin (9/3/2026).

Sebelumnya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melalui PT Satya Devya membeli 4% saham TRIN dengan harga rata–rata Rp 200/lembar pada 16 Desember 2025 sebagai bagian dari kerja sama strategis.

ADVERTISEMENT

Sedangkan pada Jumat (6/3/2026), saham TRIN anjlok 8,98% ke Rp 760. Dalam sepekan terakhir saham ini melorot 15,08% . Dan terjun 28,30% dalam satu bulan.

Sebelumnya diberitakan masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo – anak dari pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo – ke PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Trinland turut menguatkan prospek TRIN ke depan.

“Masuknya putri Hashim Djojohadikusumo memperkuat posisi modal TRIN,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam riset berjudul ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’, yang dikutip pada Selasa (17/2/2026).

Prospek TRIN didukung oleh proyek yang lebih agresif, efisiensi operasional, dan diversifikasi aset. TRIN telah berhasil membalikkan rugi menjadi laba bersih.

Sejak Rahayu Saraswati Djojohadikusumo masuk sebagai mitra strategis sekaligus menjabat sebagai komisaris utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), emiten properti ini gencar melakukan diversifikasi usaha dengan merambah sektor-sektor strategis, salah satunya data center.

Di luar bisnis data center, TRIN juga akan memperluas portofolio usahanya dengan mengembangkan bisnis logistics park dan ultra luxury hospitality. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) sebagai penopang stabilitas keuangan perseroan.

TRIN memilih tiga sektor tersebut – data center, logistics park, dan ultra luxury hospitality – berdasarkan potensi pertumbuhan jangka panjang, tingkat permintaan yang terus meningkat, dan karakteristik yang sejalan dengan visi perusahaan.

Kiwoom Sekuritas merekomendasikan buy saham Perintis Triniti Properti (TRIN). Target harga saham TRIN dipatok tinggi sebesar Rp 1.650.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia