Harga Emas Melemah Kena Pukulan Ganda
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Pelemahan itu karena terpukul penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kekhawatiran inflasi yang masih tinggi, sehingga memicu ekspektasi suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama.
Harga emas spot turun 0,29% menjadi US$ 5.177,93 per ons troi saat berita ditulis, setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup melemah 1,07% ke level US$ 5.186 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, pelemahan emas terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang naik sekitar 0,4%. Menguatnya dolar membuat komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, pasar emas saat ini berada dalam tarik-menarik antara permintaan aset safe haven akibat konflik geopolitik dan kekhawatiran suku bunga tinggi.
“Pasar emas tampaknya berada dalam kondisi tarik-menarik antara permintaan safe haven yang dipicu oleh perang dan kekhawatiran suku bunga yang akan bertahan tinggi lebih lama,” ujarnya.
Secara tradisional, emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi. Namun, ketika suku bunga tinggi, daya tarik emas cenderung menurun karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak sekitar 4% setelah terjadi serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Para analis menilai rencana Badan Energi Internasional (IEA) untuk melepas cadangan minyak belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.
Harga Minyak dan Inflasi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






