Harga Emas Melemah Kena Pukulan Ganda
Situasi semakin memanas setelah Iran menyatakan harga minyak berpotensi melonjak hingga US$ 200 per barel. Pasukan Iran dilaporkan menyerang kapal dagang serta menargetkan Israel dan sejumlah sasaran lain di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, data ekonomi menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,3% pada Februari, sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, inflasi mencapai 2,4% hingga Februari, juga sejalan dengan ekspektasi.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Januari yang tertunda dan dijadwalkan diumumkan pada Jumat mendatang, yang kerap menjadi acuan utama bank sentral AS dalam memantau inflasi.
Analis Standard Chartered menyebut tekanan terhadap harga emas dalam jangka pendek masih mungkin terjadi karena investor membutuhkan likuiditas.
Meski demikian, mereka tetap mempertahankan pandangan positif untuk jangka panjang. “Kami masih melihat prospek emas tetap positif dalam jangka panjang dan memperkirakan tren kenaikan akan berlanjut setelah fase ambil untung dalam jangka pendek,” tulis mereka.
Adapun logam mulia lainnya juga mengalami tekanan. Harga perak spot turun 3,5% menjadi US$ 85,34 per ons. Platinum melemah 0,8% ke level US$ 2.183,10, sementara paladium turun 1,4% menjadi US$ 1.631,59 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






