Mengulik Tren Permintaan Emas Domestik
JAKARTA, investor.id - Hartadinata Abadi (HRTA) mengungkapkan bahwa momentum musiman turut memperkuat permintaan emas di dalam negeri. Momen ini yaitu Perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan Ramadan dan Idul Fitri yang secara tradisional menjadi periode peningkatan pembelian emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan.
Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda mengatakan, faktor musiman ini sering kali memberikan dorongan tambahan bagi permintaan emas di pasar domestik.
Baca Juga:
Harga Emas Melemah Kena Pukulan Ganda“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas pembelian emas. Selain sebagai hadiah, masyarakat juga semakin melihat emas sebagai salah satu cara menabung untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” ungkap Thendra dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (12/3/2026).
Harga emas sendiri mempertahankan posisi di kisaran US$ 5.100 per troy ons pekan ini, dan harga logam mulia Antam (ANTM) di kisaran Rp 3.000.000 per gram.
"Kenaikan harga emas di pasar domestik juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia mencatat rupiah berada pada kondisi undervalued di tengah ketidakpastian global, sehingga pelemahan mata uang ini turut membuat harga emas menjadi lebih tinggi dalam rupiah meskipun perubahan fundamental di pasar emas global tidak terlalu besar," papar Thendra.
Selain permintaan masyarakat, tren akumulasi emas oleh bank sentral juga menunjukkan sinyal kuat.
Thendra menyoroti langkah Bank Indonesia melakukan pembelian 7 ton emas ke dalam cadangan nasional sepanjang 2025, sehingga total cadangan emas nasional mencapai 85 ton pada akhir tahun tersebut.
"Pembelian kembali sekitar 2 ton emas pada Januari 2026 menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai dalam cadangan negara," sebutnya.
Baca Juga:
Pasar Emas Makin Waswas“Dengan kombinasi faktor geopolitik, kebijakan moneter, serta momentum permintaan domestik menjelang Ramadan, emas diperkirakan akan tetap menjadi pilihan asset lindung nilai bagi masyarakat untuk ditabung dalam jangka panjang,” kata Thendra.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






