Harga Emas Rontok Lebih dari 1%, Tertekan Penguatan Dolar AS
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia rontok lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Pelemahan ini dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta berkurangnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed, di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat konflik yang melibatkan Iran.
Harga emas anjlok 1,85% ke level US$ 5.080,9 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April jatuh 1,82% ke US$ 5.084,46 per ons.
Penguatan dolar AS yang berlanjut selama tiga sesi berturut-turut menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga logam mulia. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Kepala strategi pasar Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, penguatan indeks dolar, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), serta berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga menjadi faktor negatif bagi emas.
Namun, lanjutnya, ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap memicu aliran dana ke aset safe haven seperti emas.
“Indeks dolar yang lebih tinggi, kenaikan imbal hasil obligasi, dan minimnya peluang pemangkasan suku bunga menjadi faktor penekan emas. Namun konflik di Timur Tengah juga mendorong sebagian investor mencari perlindungan pada aset safe haven,” ujarnya.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah dua kapal tanker dilaporkan terbakar di perairan Irak dalam insiden yang diduga sebagai eskalasi serangan Iran terhadap jalur energi di Timur Tengah. Peristiwa ini mendorong harga minyak dunia melonjak tajam.
Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, juga menyatakan negaranya akan membalas kematian para martirnya, mempertahankan penutupan Selat Hormuz, serta menyerang pangkalan militer AS.
Dampak Harga Minyak
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






