IHSG Anjlok, Terungkap Pemicunya
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok sebesar 97,8 poin (1,37%) ke level 7.039,4 pada penutupan sesi I, Senin (16/3/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini dan Indeks saham Asia masih berada di bawah tekanan. Pasar terus terbebani sentimen pasar dari ketegangan Timur Tengah dan harga minyak yang berfluktuasi.
Pilarmas merekomendasikan saham pilihan ARCI untuk perdagangan di sesi II.
Pilarmas memaparkan, perkembangan tersebut mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran akan guncangan pasokan yang dapat memicu kembali inflasi sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan inflasi global.
Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat (AS) menyerang target militer di pusat ekspor minyak utama Iran, Pulau Kharg, pada akhir pekan. “Sementara pelaku pasar mempertimbangkan laporan bahwa AS akan segera mengumumkan koalisi negara-negara untuk mengawal kapal melalui Selat Hormuz,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (16/3/2026).
Sebelumnya Trump mengisyaratkan bahwa perang dengan Iran dapat berlangsung beberapa minggu lagi dan Trump menyatakan bahwa AS akan berkoordinasi dengan negara-negara lain di kawasan tersebut untuk memulihkan aliran minyak. Konflik tersebut telah membahayakan infrastruktur minyak dan menyebabkan Selat Hormuz tetap tertutup.
"Biaya energi yang lebih tinggi dan tekanan inflasi yang meningkat telah mengurangi ekspektasi bahwa The Fed AS dan bank sentral utama lainnya akan memangkas suku bunga," kata Pilarmas.
Sentimen Dalam Negeri
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






