Sabtu, 4 April 2026

3 Token Aset Kripto Ini Dongkrak Volume Trading Pintu

Penulis : Emanuel Kure
16 Mar 2026 | 20:15 WIB
BAGIKAN
 Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad (Foto: IST)
Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad (Foto: IST)

JAKARTA,investor.id- Tiga aset token kripto, NVDAx (NVIDIA), AAPLx (Apple), dan GOOGLx (Google), berkontribusi signifikan terhadap volume trading pada aplikasi Pintu, selama Februari 2026.

Pintu mencatat, terjadi lonjakan trading volume per pengguna sebesar 45% dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan jumlah pengguna kumulatif sebesar 9,18% di periode yang sama.

“Tingginya aktivitas pada aset-aset tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap saham-saham teknologi global unggulan,” kata Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

Advertisement

Dia menjelaskan, melalui tokenisasi ini pengguna dapat melakukan diversifikasi portofolio, tidak hanya pada aset kripto tetapi juga pada aset yang ditokenisasi seperti saham, ETF, hingga komoditas yang dapat diakses dalam satu aplikasi dengan pilihan aset yang telah dikurasi untuk memastikan kualitas aset dan keamanan pengguna.

“Data ini menunjukkan semakin besarnya minat pengguna untuk mengakses aset global melalui tokenisasi,” tambah Iskandar.

Lenih jauh, tren tokenisasi aset terus menunjukkan pertumbuhan secara global. Berdasarkan data dari Tokenizer Estate News pada awal 2026, pasar token Real World Asset (RWA) secara global terus mencatat pertumbuhan positif dengan total nilai pasar mencapai US$26,54 miliar atau Rp450,49 triliun, meningkat 2,20% dibandingkan minggu sebelumnya.

Jumlah pemegang aset pun kini telah mencapai 663.000 wallet, menandakan semakin luasnya adopsi tokenisasi di berbagai negara. Kondisi ini juga menunjukkan tokenisasi aset mulai dilihat sebagai alternatif bagi investor untuk mengakses berbagai kelas aset melalui teknologi blockchain.

Iskandar menambahkan, pihaknya terus menambah pilihan aset tertokenisasi yang memungkinkan pengguna di Indonesia memperdagangkan lebih dari 30 tokenisasi aset seperti saham, ETF, hingga komoditas seperti emas, perak dalam bentuk aset kripto pada aplikasi Pintu.

“Dengan semakin banyaknya pilihan tokenisasi aset, kami memastikan bahwa pengguna memiliki fleksibilitas untuk tetap berinvestasi secara produktif di berbagai sektor pasar modal dunia. Kami juga memahami investor kripto di Indonesia tidak hanya selektif dalam mencari aset investasi, tetapi juga melakukan diversifikasi portofolio yang lebih terukur,” ucap Iskandar.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 7 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 33 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 36 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia