Minggu, 21 Juni 2026

Pusat Ekspor Emas Terguncang

Penulis : Natasha Khairunisa
21 Mar 2026 | 09:10 WIB
BAGIKAN
Batangan emas. (Foto: AP/ Mark Baker)
Batangan emas. (Foto: AP/ Mark Baker)

JAKARTA, investor.id - Ekspor dari Swiss, pusat pemurnian dan transit emas batangan terbesar di dunia, terpangkas hingga 18% pada Februari 2026.

Ini menandai penurunan ekspor oleh Swiss ke level terendah sejak runtuhnya harga emas akibat tarif dagang Amerika Serikat pada Agustus 2025 lalu.

Dikutip dari Kitco News, Sabtu (20/3/2026), penurunan ekspor emas terjadi karena pengiriman ke Inggris dan India melambat, menurut data bea cukai Swiss pekan ini. 

ADVERTISEMENT

Pengiriman emas dari Swiss ke Inggris, yang dikenal sebagai pusat perdagangan logam mulia terbesar di dunia turun menjadi 20 ton bulan lalu dari 43 ton pada Januari 2026.

Sementara itu, ekspor emas Swiss ke negara konsumen emas terbesar kedua di dunia, yakni India juga menurun menjadi 13 ton pada Februari 2026 dari 23 ton pada bulan sebelumnya, dengan harga emas diperdagangkan dengan diskon di pasar lokal di tengah permintaan konsumen yang lesu.

Ekspor emas batangan Swiss telah dipantau lebih ketat dari biasanya selama enam bulan terakhir setelah sektor logam mulia negara itu tertekan oleh keputusan bea cukai AS yang memberlakukan tarif pada ekspor emas pada Agustus 2025.

Ekspor emas dari Swiss ke AS bahkan hampir terhenti sepenuhnya selama bulan tersebut, dengan data bea cukai menunjukkan pengiriman dari Swiss turun lebih dari 99% menjadi hanya 0,3 ton pada Agustus 2025 dibandingkan dengan angka Juli.

Menurut surat dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada 31 Juli 2025, batangan emas satu kilogram dan 100 ons akan diklasifikasikan di bawah kode bea cukai yang membuatnya dikenakan tarif yang mahal, dengan tarif terhadap Swiss berlaku sebesar 39% atau besaran tertinggi yang pernah diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia