Pusat Ekspor Emas Terguncang
JAKARTA, investor.id - Ekspor dari Swiss, pusat pemurnian dan transit emas batangan terbesar di dunia, terpangkas hingga 18% pada Februari 2026.
Ini menandai penurunan ekspor oleh Swiss ke level terendah sejak runtuhnya harga emas akibat tarif dagang Amerika Serikat pada Agustus 2025 lalu.
Dikutip dari Kitco News, Sabtu (20/3/2026), penurunan ekspor emas terjadi karena pengiriman ke Inggris dan India melambat, menurut data bea cukai Swiss pekan ini.
Pengiriman emas dari Swiss ke Inggris, yang dikenal sebagai pusat perdagangan logam mulia terbesar di dunia turun menjadi 20 ton bulan lalu dari 43 ton pada Januari 2026.
Sementara itu, ekspor emas Swiss ke negara konsumen emas terbesar kedua di dunia, yakni India juga menurun menjadi 13 ton pada Februari 2026 dari 23 ton pada bulan sebelumnya, dengan harga emas diperdagangkan dengan diskon di pasar lokal di tengah permintaan konsumen yang lesu.
Ekspor emas batangan Swiss telah dipantau lebih ketat dari biasanya selama enam bulan terakhir setelah sektor logam mulia negara itu tertekan oleh keputusan bea cukai AS yang memberlakukan tarif pada ekspor emas pada Agustus 2025.
Ekspor emas dari Swiss ke AS bahkan hampir terhenti sepenuhnya selama bulan tersebut, dengan data bea cukai menunjukkan pengiriman dari Swiss turun lebih dari 99% menjadi hanya 0,3 ton pada Agustus 2025 dibandingkan dengan angka Juli.
Baca Juga:
Pasar Emas Makin WaswasMenurut surat dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada 31 Juli 2025, batangan emas satu kilogram dan 100 ons akan diklasifikasikan di bawah kode bea cukai yang membuatnya dikenakan tarif yang mahal, dengan tarif terhadap Swiss berlaku sebesar 39% atau besaran tertinggi yang pernah diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






