Minggu, 21 Juni 2026

Harga Bitcoin (BTC) Turun, tapi Masih Lebih Tangguh dari Emas

Penulis : Indah Handayani
22 Mar 2026 | 10:27 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin  (Sumber: Getties)
Ilustrasi Bitcoin (Sumber: Getties)

JAKARTA, investor.id Pasar kripto terkoreksi pada perdagangan Minggu (22/3/2026) pagi. Harga Bitcoin (BTC) turun seiring tekanan yang juga terjadi pada sejumlah aset kripto utama. Meski demikian. Bitcoin diam-diam tangguh di saat harga emas runtuh sejak eskalasi konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,86% menjadi US$ 2,38 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok 2,09 % ke US$ 69.251 per koin atau sekitar Rp 16.956 miliar (kurs Rp 16.956).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar jatuh 1,6%. Dengan Ethereum ambles 2,43% ke US$ 2.102, Binance (BNB) terkoreksi 1,26% ke US$ 634, Solana (SOL) melemah 2,56 ke US$ 88, Dogecoin (DOGE) turun 2,96% ke US$ 0,09, dan XRP tergelincir 2,13% ke US$ 1,41.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari TradingView, meski terkoreksi, harga bitcoin diam-diam menguat saat emas justru runtuh. Kontras ini menjadi salah satu cerita paling mencolok dari eskalasi konflik di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Dua aset yang selama ini kerap dibandingkan sebagai penyimpan nilai itu kini bergerak berlawanan arah sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari.

Sejak serangan awal tersebut, Bitcoin telah naik lebih dari 11% ke sekitar US$70.650. Sementara itu, emas turun lebih dari 12% dari puncaknya. Sejumlah laporan menunjukkan mata uang kripto ini mampu bertahan lebih baik dari perkiraan di tengah tekanan perang yang meluas, sebuah kinerja yang menarik perhatian pelaku pasar keuangan yang masih mencoba memahami dampak ekonomi dari konflik tersebut.

Penurunan emas semakin tajam pekan ini. Logam mulia itu merosot 3,4% pada Jumat saja, ditutup di kisaran US$ 4.480 per ons troi. Sepanjang pekan 16–20 Maret, penurunannya mencapai 10%, terbesar sejak 1983, berdasarkan data yang dikonfirmasi TradingView.

Penurunan ini bahkan melampaui koreksi tajam pada akhir Januari, ketika emas anjlok ratusan dolar dalam hitungan hari dan menghapus lebih dari US$2 triliun nilai pasar dalam beberapa pekan setelah sempat menyentuh US$ 5.500 per ons troi.

Kejatuhan pada Januari mengejutkan investor. Namun, penurunan kali ini kemungkinan lebih mengguncang.

Sinyal The Fed Tekan Emas

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia