Emiten PBV 0,59, Labanya Rp 1,4 T
JAKARTA, investor.id - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencetak pertumbuhan signifikan kinerja keuangannya. Perseroan membukukan laba bersih Rp 1,47 triliun pada 2025, naik 28% yoy dari Rp 1,15 triliun pada 2024.
Peningkatan tersebut selaras dengan pertumbuhan pendapatan bersih 31% menjadi Rp 28,66 triliun.
Manajemen mengungkapkan bahwa kenaikan harga jual rata-rata CPO menjadi pemacu utama. ASP CPO meningkat 11% menjadi Rp 14.316 per kilogram, sementara harga kernel melonjak 52%. Penguatan harga global juga memberikan angin segar. Rata-rata harga CPO CIF Rotterdam sepanjang 2025 mencapai US$ 1.222 per ton, naik 13% yoy akibat pasokan global yang ketat dan melonjaknya permintaan biodiesel.
Secara operasional, produksi CPO meningkat 6% menjadi 1,20 juta ton dan produksi kernel naik 8% menjadi 252 ribu ton. Volume penjualan CPO dan turunannya turut meningkat menjadi 1,76 juta ton dari 1,55 juta ton pada 2024.
Dari komposisi pendapatan, segmen CPO dan turunannya mendominasi 89,1% pendapatan, mencapai sekitar Rp 25,5 triliun. Sementara sisanya berasal dari penjualan kernel dan produk turunan lainnya.
Hingga akhir 2025, AALI mengelola area perkebunan seluas 280.325 hektare, dengan 260.927 hektare merupakan tanaman menghasilkan. Persebaran lahan terkonsentrasi di Kalimantan (46%), Sumatera (37%), dan Sulawesi (17%).
Di sisi neraca, posisi keuangan perseroan juga solid. Ekuitas meningkat menjadi Rp 24,16 triliun dengan total aset mencapai Rp 27,05 triliun, sementara EPS naik menjadi Rp 765 per saham.
Adapun pada 17 Maret 2026 lalu, saham AALI ditutup di level Rp 7.200. Rasio price to book value (PBV) di 0,59 kali. Dan price earning ratio (PER) 9,42 kali.
Baca Juga:
Saham BBCA Siap-siap ke PucukSementara itu, di tengah tuntutan industri perkebunan yang semakin kompleks, Astra Agro Lestari (AALI) menghadirkan wajah baru operasi kelapa sawit melalui digitalisasi yang merambah seluruh lini. Tahun 2025 menjadi momentum penting ketika teknologi mulai dari drone hingga analitik data berpadu dengan praktik agronomi modern untuk mendorong produktivitas dan efisiensi.
Langkah transformasi itu tergambar jelas dalam laporan tahunan 2025 di mana melalui integrasi drone, perseroan kini mampu memantau kesehatan tanaman secara real-time, meningkatkan akurasi panen, hingga mengoptimalkan rute transportasi dari kebun ke pabrik. Semua data kemudian diolah dalam dashboard kinerja, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan lebih cepat dan presisi.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



