World Gold Council Soroti Penurunan Tajam Harga Emas
JAKARTA, investor.id - Harga emas sempat mengalami pelemahan hingga jatuh ke level terendah baru tahun ini karena imbal hasil obligasi meningkat tajam.
Pada 19 Maret 2026, harga emas spot jatuh 3,73% menjadi US$ 4.813,88 per troy ons. Sepanjang sesi di hari tersebut, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 6 Februari.
Dalam Laporan Pemantauan Pasar Mingguan terbaru, analis di World Gold Council (WGC) menyoroti pendorong pelemahan harga emas.
“Imbal hasil riil yang jauh lebih tinggi dan ekspektasi bahwa suku bunga kebijakan akan naik pada 2026, bersamaan dengan pengurangan utang dan pengambilan keuntungan, semuanya telah membebani sentimen (terhadap emas),” kata WGC, dikutip dari Kitco News, Rabu (25/3/2026).
WGC menyebut, kecepatan dan luasnya pergerakan pasar emas mencerminkan tren penghindaran risiko yang terlihat pada tahun 2008 dan 2020, ketika dinamika likuiditas mendominasi fundamental.
"Prospek konflik Timur Tengah yang berkepanjangan mengkhawatirkan, karena meningkatkan risiko kemanusiaan dan geopolitik bersamaan dengan ancaman stagnasi ekonomi dan harga input industri yang lebih tinggi. Kita sedang dalam mode menunggu dan melihat," jelasnya.
Dengan sangat sedikit data ekonomi penting minggu ini, WGC memperkirakan pasar emas akan terus mengikuti perkembangan harian seputar konflik di Iran.
“Tanda-tanda pembukaan kembali Selat Hormuz dapat membangun kembali kepercayaan investor,” tulis para analis di WGC.
Sebaliknya, gangguan yang berkepanjangan dapat menyebabkan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun kendala politik dan beban utang yang meningkat di AS dapat membatasi ruang gerak The Fed untuk menaikkan suku bunga. Risiko stagflasi secara historis telah ditanggapi dengan baik oleh emas.
“Meskipun guncangan jangka pendek dapat memengaruhi harga emas dalam jangka pendek, kekuatan yang lebih luas dari multipolarisasi, meningkatnya fragmentasi geopolitik, dan kekhawatiran utang negara yang terus-menerus akan terus mendukung peran strategis emas,” tambah mereka.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






