Minggu, 21 Juni 2026

World Gold Council Soroti Penurunan Tajam Harga Emas

Penulis : Natasha Khairunisa
25 Mar 2026 | 15:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas batangan. (Foto: AP/ Mark Baker)
Ilustrasi harga emas batangan. (Foto: AP/ Mark Baker)

JAKARTA, investor.id - Harga emas sempat mengalami pelemahan hingga jatuh ke level terendah baru tahun ini karena imbal hasil obligasi meningkat tajam.

Pada 19 Maret 2026, harga emas spot jatuh 3,73% menjadi US$ 4.813,88 per troy ons. Sepanjang sesi di hari tersebut, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 6 Februari.

Dalam Laporan Pemantauan Pasar Mingguan terbaru, analis di World Gold Council (WGC) menyoroti pendorong pelemahan harga emas.

ADVERTISEMENT

“Imbal hasil riil yang jauh lebih tinggi dan ekspektasi bahwa suku bunga kebijakan akan naik pada 2026, bersamaan dengan pengurangan utang dan pengambilan keuntungan, semuanya telah membebani sentimen (terhadap emas),” kata WGC, dikutip dari Kitco News, Rabu (25/3/2026).

WGC menyebut, kecepatan dan luasnya pergerakan pasar emas mencerminkan tren penghindaran risiko yang terlihat pada tahun 2008 dan 2020, ketika dinamika likuiditas mendominasi fundamental.

"Prospek konflik Timur Tengah yang berkepanjangan mengkhawatirkan, karena meningkatkan risiko kemanusiaan dan geopolitik bersamaan dengan ancaman stagnasi ekonomi dan harga input industri yang lebih tinggi. Kita sedang dalam mode menunggu dan melihat," jelasnya.

Dengan sangat sedikit data ekonomi penting minggu ini, WGC memperkirakan pasar emas akan terus mengikuti perkembangan harian seputar konflik di Iran.

“Tanda-tanda pembukaan kembali Selat Hormuz dapat membangun kembali kepercayaan investor,” tulis para analis di WGC.

Sebaliknya, gangguan yang berkepanjangan dapat menyebabkan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun kendala politik dan beban utang yang meningkat di AS dapat membatasi ruang gerak The Fed untuk menaikkan suku bunga. Risiko stagflasi secara historis telah ditanggapi dengan baik oleh emas.

“Meskipun guncangan jangka pendek dapat memengaruhi harga emas dalam jangka pendek, kekuatan yang lebih luas dari multipolarisasi, meningkatnya fragmentasi geopolitik, dan kekhawatiran utang negara yang terus-menerus akan terus mendukung peran strategis emas,” tambah mereka.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia