Minggu, 21 Juni 2026

IHSG Melonjak, 5 Saham Terbang hingga 34%

Penulis : Erta Darwati
25 Mar 2026 | 16:22 WIB
BAGIKAN
Petugas membersihkan lantai di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/UthanAR)
Petugas membersihkan lantai di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/UthanAR)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (25/3/2026), ditutup menguat 195,2 poin (2,75%) ke level 7.302,1.

Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham ESTI hingga SOTS dengan lonjakan harga 25% sampai 34%.

Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 25,1 triliun. Sebanyak 597 saham menguat, sedangkan 164 saham turun dan 197 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 35,8 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,09 juta kali.

ADVERTISEMENT

Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor yang mengalami penguatan paling tinggi yakni sektor perindustrian sebesar 5,98%. 

Diikuti, penguatan di sektor energi 5,15%, sektor barang konsumen primer 3,84%, sektor infrastruktur 3,45%, sektor transportasi 3,3%, sektor barang konsumen non-primer 2,31%, sektor teknologi 1,33%, sektor properti 0,92%, dan sektor keuangan 0,71%.

Sebaliknya, pelemahan melanda sektor barang baku 0,17% dan sektor kesehatan 0,12%.

Pilarmas menjelaskan, IHSG hari ini menanjak seiring dengan bursa regional Asia yang di dominasi penguatan karena sentimen didorong oleh lonjakan kontrak berjangka (futures) AS di tengah laporan bahwa Washington telah mengirimkan rencana gencatan senjata 15 poin kepada Iran, yang bertujuan menghentikan konflik selama satu bulan.

Meskipun menguat, investor tetap berhati-hati, dengan kekhawatiran yang masih ada terkait likuiditas, momentum pertumbuhan, serta risiko lonjakan harga minyak kembali yang berpotensi menjaga volatilitas pasar dalam waktu dekat.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melampaui batas defisit anggaran sebesar 3%, dengan skenario kontinjensi hanya akan dipertimbangkan jika terjadi krisis besar.

Kenaikan pasar tertahan oleh kekhawatiran bahwa pemerintah dapat menaikkan harga bahan bakar setelah periode libur untuk mengimbangi kenaikan harga minyak global.

Cuan Besar

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia