Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Kamis, 26 Maret 2026
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan, Kamis (26/3/2026).
Sementara itu, IHSG ditutup menguat di level 7.302,1 (2,75%) pada perdagangan Rabu (25/3/2026) setelah sempat dibuka melemah.
Faktor positif berasal dari penguatan indeks bursa Asia dan koreksi harga minyak mentah, setelah diberitakan AS berupaya menurunkan ketegangan konflik dengan Iran.
Dilaporkan AS telah menyampaikan proposal perdamaian kepada Iran, melalui Pakistan, yang diantaranya meliputi pembatasan ketat program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Meskipun tidak jelas apakah proposal tersebut telah sampai di kalangan pejabat Iran dan apakah Israel akan mendukung rencana AS tersebut.
Namun laporan itu sudah mendorong koreksi harga minyak mentah di mana minyak WTI melemah sekitar 5% di level US$ 87 per barel dan minyak Brent melemah lebih dari 6% di level US$ 98 per barel hingga Rabu sore (25/3/2026).
Sedangkan rupiah ditutup melemah pada level Rp 16.911 per dollar AS di pasar spot. Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area overbought. IHSG juga ditutup di atas MA5 disertai kenaikan volume beli.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.350-7.400,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Rabu (25/3/2026).
Menambah faktor positif, dilaporkan Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa langkah efisiensi di berbagai kementerian untuk memangkas pengeluaran yang tidak mendesak, dapat menghemat pengeluaran negara sekitar Rp 80 triliun.
Selain itu Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pengurangan frekuensi distribusi makan harian sebagai langkah efisiensi, berpotensi menghemat sekitar Rp 40 triliun. Namun, hal ini masih bersifat usulan dan akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo untuk keputusan final.
Hingga saat ini pemerintah RI tengah mengkaji sejumlah langkah untuk meredam dampak kenaikan harga minyak mentah dunia, yaitu antara lain dengan strategi ketahanan fiskal dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan optimalisasi pajak dan PNBP dari sektor komoditas.
Selain itu, pemerintah juga mengkaji strategi penghematan dan konsumsi energi dengan opsi penerapan WFH dan pembatasan belanja kementerian.
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham BBCA, BBRI, BMRI, DSNG dan PTRO untuk trading, Kamis (26/3/2026).
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






