Emas Terjun Bebas di Tengah Perang Iran, Worth to Buy Sekarang?
JAKARTA, investor.id - Harga emas anjlok 24,7% dari US$ 5.595 ke US$ 4.264 per troy ounce, sebuah anomali di tengah konflik AS-Israel-Iran yang biasanya menaikkan harga. JP Morgan menargetkan US$ 5.400 akhir tahun. Memahami anomali ini penting untuk menilai apakah koreksi ini adalah risiko atau peluang beli terbaik.
Mengapa Perang Iran Justru Menekan Harga Emas?
Perang ini menciptakan efek domino yang tidak biasa. Serangan udara AS dan Israel pada akhir Februari 2026 mendorong harga minyak Brent melonjak ke US$ 100 per barel. Kenaikan minyak langsung mengerek inflasi, yang kemudian mengunci tangan The Fed untuk tidak menurunkan suku bunga. Inilah rantai yang membunuh reli emas:
Minyak naik → Inflasi melonjak → Fed tahan suku bunga → Biaya oportunitas emas meningkat → Investor jual emas untuk cari yield.
Ada lima mekanisme utama yang bekerja secara bersamaan:
• Suku Bunga Tinggi Lebih Lama
Inflasi stagnan memaksa Fed mempertahankan suku bunga di 3,50-3,75%. Ekspektasi cut yang sebelumnya dihitung dua hingga tiga kali di 2026 kini bergeser ke Oktober 2026 atau bahkan ditiadakan.
• Dolar AS Menguat
Flight to dollar terjadi saat krisis, dolar AS menguat hampir 2% sejak perang dimulai, membuat emas secara otomatis lebih mahal bagi investor global.
• Forced Liquidation di Futures Market
Leveraged traders dipaksa menjual posisi emas untuk memenuhi margin call. Penjualan paksa ini menciptakan bola salju: harga turun, margin call lebih banyak, lebih banyak penjualan paksa.
• Cash Conversion Sementara
Dalam fase awal kepanikan stagflation, investor sementara konversi ke cash sebelum beralih ke hard assets.
• Profit Taking Institusional
Emas sudah naik 66% di 2025 dan 50% lebih di awal 2026. Investor institusional dengan keuntungan besar melakukan rebalancing portofolio — wajar secara siklus.
Apa Kata Para Analis Besar?
Meski koreksi menyakitkan, konsensus Wall Street tetap bullish untuk jangka menengah dan panjang. JP Morgan mempertahankan target $5.400-$6.300 untuk akhir 2026, Wells Fargo bahkan memasang target $6.100-$6.300, sementara BNP Paribas menaikkan forecast 27% dengan target >$6.250 di fase puncak. Goldman Sachs memproyeksikan $5.400 berdasarkan asumsi inflasi persisten dan ETF inflows yang tetap kuat.
Tidak ada institusi besar yang memperkirakan bear market struktural untuk emas. Target-target ini bahkan ditetapkan sebelum konflik Iran memanas, artinya ada kemungkinan revisi naik lebih lanjut jika situasi geopolitik berlanjut.
Tiga Skenario ke Depan
Apakah Sekarang Worth to Buy?
Pertanyaan ini paling sering masuk ke tim riset Pluang dalam dua minggu terakhir. Jawabannya bergantung pada horizon investasi, tapi ada argumen kuat yang mendukung akumulasi di level saat ini.
Argumen untuk beli:
• Valuasi lebih menarik. Dari target konservatif $4.800-$5.400 di akhir 2026, ada potensi upside 12-27% dari level $4.264 sekarang.
• Fundamental jangka panjang tidak berubah. Bank sentral global masih membeli 585 ton emas per kuartal. De-dolarisasi masih berlangsung. Utang AS mendekati $37 triliun tidak hilang dalam semalam.
• Sejarah berpihak pada pembeli di koreksi besar. Setiap koreksi 20%+ dalam bull market emas 2020-an terbukti menjadi entry point yang menguntungkan.
• Institusional akumulasi, bukan keluar. SPDR Gold Shares (GLD) dan GLDM mencatat inflows dari investor institusional yang menggunakan price dip untuk menambah posisi.
Memilih Kendaraan Investasi Emas: PAXG, XAUT, GLD atau Emas Digital?
Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, bagi investor di tahun 2026, memiliki emas tidak lagi harus berarti menyimpan emas batangan di brankas pribadi yang justru berisiko. Teknologi blockchain dan pasar modal telah mempermudah akses ini. Di aplikasi Pluang, Anda dapat mengakses berbagai instrumen ini dengan mudah:
1. PAX Gold (PAXG): token digital yang didukung satu troy ounce emas fisik London Good Delivery di brankas Brink's.PAXG menggabungkan keamanan emas fisik dengan kecepatan dan likuiditas blockchain, memungkinkan perpindahan atau perdagangan emas 24/7.
2. Tether Gold (XAUT): Mirip dengan PAXG, XAUT memberikan kepemilikan atas emas fisik spesifik di brankas Swiss. Ini adalah pilihan populer bagi pengguna ekosistem Tether yang ingin memiliki aset lindung nilai yang stabil. Selain itu, di Pluang, kamu juga bisa membeli future XAUT yaitu XAUTUSDT-PERP
3. SPDR Gold Shares (GLD):. Bagi investor yang nyaman di pasar saham, GLD adalah ETF emas terbesar di dunia. GLD melacak harga emas spot, menawarkan eksposur harga emas paling efisien tanpa perlu penyimpanan fisik. Di Pluang, Anda bisa beli GLD call option (untuk bullish) atau put option (untuk keuntungan saat harga emas turun).
4. Emas Digital (Antam/UBS): Investasi emas fisik mulai dari nominal kecil dengan opsi Tarik Fisik ke logam mulia asli.
Selain emas, terdapat juga silver yang dapat dijadikan sebagai salah satu instrumen investasi karena pergerakannya mirip dengan emas. Di Pluang terdapat iShares Silver Trust (SLV) yang dikelola oleh Blackrock sejak tahun 2006. Blackrock merupakan salah satu fund manager terbesar di dunia dengan total dana kelolaan US$14 triliun per Januari 2026.
ETF ini melacak harga perak fisik, didukung oleh silver bullion.Saat perak reli melewati US$100, SLV mengalami peningkatan signifikan pada volume perdagangan dan aliran dana, menunjukkan tingginya minat investor institusional dan ritel.
Bagi investor, SLV menawarkan beberapa keunggulan:
● eksposur langsung terhadap harga perak global,
● likuiditas tinggi dan transparansi harga,
● efisiensi dibandingkan kepemilikan fisik,
● fleksibilitas untuk strategi jangka pendek maupun jangka panjang.
Risiko yang perlu diperhatikan:
• Suku bunga bisa tetap tinggi lebih lama dari perkiraan jika konflik Iran berlarut-larut.
• Dolar AS bisa terus menguat selama perang berlangsung, menekan harga emas lebih jauh.
• Eskalasi tak terduga ke Arab Saudi atau penutupan penuh Hormuz jangka panjang bisa mengubah skenario ekonomi secara drastis.
Cara Cerdas Investasi Emas di Pluang Saat Market Volatile
Volatilitas seperti ini justru adalah momen di mana investor disiplin membangun kekayaan jangka panjang. Beberapa prinsip yang bisa memandu keputusanmu:
• Alokasi Berbasis Rencana. Tetapkan alokasi portofolio untuk emas — umumnya 5-15% untuk investor retail — lalu eksekusi secara disiplin terlepas dari noise pasar harian.
• Manfaatkan Fitur DCA Pluang. Gunakan fitur pembelian rutin di Pluang untuk mengotomatiskan DCA tanpa harus memantau chart setiap hari. Mulai dari Rp 10.000.
• Pantau Sinyal Makro. Pantau dua indikator kunci: ekspektasi suku bunga Fed (jika pasar kembali pricing cut, emas bereaksi positif) dan harga minyak (stabilisasi di bawah $90 mengurangi tekanan inflasi).
Kesimpulan
Emas turun di tengah perang, ini bukan anomali, tapi refleksi dari dominasi suku bunga dan dolar dalam mekanisme pasar keuangan modern. Namun faktor-faktor fundamental yang mendorong emas ke $5.595 masih utuh: utang pemerintah global membengkak, de-dolarisasi berlanjut, dan bank sentral masih menjadi pembeli struktural.
Koreksi dari $5.595 ke $4.264 bukan tanda berakhirnya bull market emas. Ini lebih mirip koreksi sehat yang dipercepat oleh forced selling dan repositioning institusional, yang secara historis menciptakan entry point terbaik bagi investor jangka panjang.
Note: Pluang berizin dan diawasi oleh OJK. Pluangbekerja sama dengan PT Pluang Emas Sejahtera yang telah memiliki izin sebagai Pedagang Fisik Emas Digital dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Editor: Yurike Metriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






