Harga Emas Kian Merosot Tajam, Tak Berdaya Hadapi Tekanan Dolar AS
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia mengalami penurunan tajam ke level di bawah US$ 4.400 per troy ons pada awal perdagangan tengah hari di Amerika Serikat pada Kamis, 26 Maret 2026.
Dipantau dari laman Kitco, Jumat (27/3/2026) harga emas terpantau merosot tajam 0,44% ke level US$ 4.396,40 per troy ons saat berita ini ditulis.
Harga emas kontrak April terakhir juga menurun US$ 101,40 menjadi US$ 4.452,10 per troy ons.
Pengamat pasar komoditas di Kitco Metals, Jim Wyckoff mengungkapkan bahwa harga emas tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan indeks dolar AS.
"Para pedagang logam mulia lebih fokus pada prospek inflasi yang bermasalah hari ini," ungkap Wyckoff.
Perhatian terhadap inflasi AS tertuju setelah Indeks Federal Reserve New York mengisyaratkan bahwa pasar obligasi korporasi AS mengalami gejolak yang tinggi pada Maret 2026, dengan pasar obligasi lebih tertekan daripada pasar obligasi berimbal hasil tinggi.
Indeks Tekanan Pasar Obligasi Korporasi, yang diluncurkan oleh Federal Reserve New York melonjak awal bulan ini ke level tertinggi sejak Mei 2025.
Harga emas dunia juga merosot setelah Gubernur Federal Reserve Stephen Miran menaikkan proyeksi suku bunga AS untuk akhir tahun 2026 sebesar setengah poin persentases, ebagai respons terhadap data inflasi AS yang mengecewakan sejak para pejabat terakhir kali mengeluarkan perkiraan pada bulan Desember.
“Saya menaikkan suku bunga kebijakan saya sebesar setengah persen, bukan karena minyak dan Iran, tetapi karena data inflasi yang kami terima,” kata Miran selama sebuah acara di New York, merujuk pada proyeksi ekonomi yang diterbitkan para pembuat kebijakan bank sentral.
“Itu menempatkan proyeksi saya sekitar netral,” bebernya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






