Minggu, 21 Juni 2026

Permintaan Emas India Mulai Bangkit, China Justru Melambat

Penulis : Indah Handayani
28 Mar 2026 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Istimewa)
Ilustrasi emas. (Istimewa)

Berbeda dengan India, permintaan emas fisik di China justru mengalami perlambatan. Premi emas di negara tersebut turun ke kisaran US$ 14 - 18 per ons dari sebelumnya US$ 10 – 22 per ons, mencerminkan pelemahan permintaan di pasar domestik.

Direktur Regional Greater China di MKS PAMP Bernard Sin menyebut, penurunan premi menjadi indikasi melemahnya permintaan fisik. Namun demikian, pasar emas China masih ditopang oleh pembelian bank sentral serta pembatasan kuota impor.

Sin menambahkan, konflik geopolitik di Timur Tengah juga turut memengaruhi persepsi terhadap emas sebagai aset safe haven. Meski menghadapi tekanan global, pasar domestik China dinilai tetap relatif tangguh berkat dukungan kebijakan, faktor budaya, serta keterbatasan pasokan.

ADVERTISEMENT

Di Hong Kong, emas fisik diperdagangkan dengan premi hingga US$1,90 per ons, sementara di Jepang harga emas berada sejajar dengan harga spot global.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia