Harga Emas Reli 2 Hari Beruntun, tapi Terjebak Tren Penurunan Bulanan
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia kembali menguat untuk dua hari berturut-turut pada perdagangan Senin (30/3/2026). Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Meski demikian, harga emas terancam mencatatkan penurunan bulanan di sepanjang Maret 2026.
Harga emas naik 0,4% menjadi US$ 4.511,17 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 0,36% ke level US$ 4.540,4 per ons troi.
Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan, konflik yang masih memanas tanpa kejelasan penyelesaian menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. “Perang masih berlangsung sengit dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Kondisi ini mendorong permintaan safe haven, termasuk emas,” ujarnya dikutip dari Reuters.
Wyckoff menambahkan, dalam jangka pendek pasar akan mencermati perkembangan perang, pergerakan harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, serta indeks dolar AS.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas energi dan ladang minyak Iran jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul setelah Teheran menilai proposal damai AS tidak realistis dan melancarkan serangan rudal ke Israel.
Meski menguat dalam dua hari terakhir, harga emas secara keseluruhan masih tertekan sepanjang Maret. Logam mulia ini tercatat telah turun lebih dari 14% sejak awal bulan, sehingga berpotensi mencatat kinerja bulanan terburuk sejak krisis keuangan global 2008.
Ekspektasi Suku Bunga Global
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






