Sabtu, 4 April 2026

Saham Gopek Book Value Rp 900-an, Labanya Rp 1,5 T

Penulis : M. Ghafur Fadillah
31 Mar 2026 | 07:31 WIB
BAGIKAN
Bank Jatim (BJTM). Perseroan
Bank Jatim (BJTM). Perseroan

JAKARTA, investor.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim mengantongi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,54 triliun pada tahun 2025. Capaian tersebut melonjak 20,65% secara tahunan.

Saham BJTM diparkir naik 0,90% ke Rp 560 (masih di area gopek) pada perdagangan Senin (30/3/2026). Rasio price to book value (PBV) BJTM 0,62 kali, dengan nilai buku per saham di kisaran Rp 909. Dan price earning ratio (PER) 5,44 kali.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan perseroan menjaga kinerja melalui penguatan dana murah, penerbitan obligasi untuk mendukung pendanaan stabil, serta penyaluran kredit yang lebih selektif pada sektor prospektif.

Advertisement

 "Bank juga meningkatkan efisiensi, memperdalam penetrasi kredit konsumer, serta mendorong pendapatan nonbunga melalui transaksi digital," jelasnya dalam paparan publik.

Untuk diketahui aset BJTM per 2025 tercatat Rp 105,8 triliun atau tumbuh 3,70% (yoy). Penyaluran kredit meningkat 4,98% menjadi Rp 67,24 triliun, terdiri dari kredit konsumer Rp 36,54 triliun dan kredit produktif Rp 30,7 triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 1,43% dengan giro meningkat signifikan 12,5% menjadi Rp 21,4 triliun.

Adapun secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim mencatat lonjakan signifikan. Total aset naik 42,93% dari Rp 118,14 triliun pada 2024 menjadi Rp 168,85 triliun pada 2025. Kredit tumbuh 46,65% menjadi Rp110,5 triliun, sementara laba bersih konsolidasi naik 24,80% menjadi Rp 1,617 triliun.

Bank Jatim juga memperkuat kualitas aset melalui hapus buku Rp 1,03 triliun dengan recovery rate 18,6% dan melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp 4,17 triliun. Manajemen juga memperketat pengendalian kredit bermasalah melalui monitoring berkala.

Pada tahun 2025 lalu perseroan juga mencatat sejarah penting dengan resmi menjadi induk lima BPD yakni Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Sinergi permodalan telah selesai, dan pada 2026 perseroan fokus mengakselerasi sinergi bisnis serta penguatan operasional kelompok usaha.

Dari sisi digital, layanan JConnect menunjukkan pertumbuhan tinggi. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user, naik 22,40% dengan total transaksi Rp 65,77 triliun. JConnect IB Corporate mencatat 11.199 pengguna dengan transaksi Rp 23,36 triliun. Sementara QRIS Bank Jatim mencatat 203.725 pengguna dengan nilai transaksi Rp 3,94 triliun, tumbuh 47,25% secara tahunan.

Bank Jatim juga memperluas layanan melalui AGEN JATIM yang kini berjumlah 14.842 agen, berkontribusi pada utilitas transaksi dan penyaluran kredit melalui skema referral.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Lifestyle 5 menit yang lalu

Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol

Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari ini
Market 20 menit yang lalu

WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.
Lifestyle 28 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 1 jam yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 1 jam yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 2 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia