Harga Emas Melonjak 3% Lebih, tapi Catat Bulanan Terburuk sejak 2008
Sepanjang Maret, harga emas tercatat anjlok 11,8%, ini merupakan penurunan bulanan terburuk dalam 18 tahun terakhir. Lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong pelaku pasar meninjau ulang proyeksi suku bunga.
Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, kenaikan suku bunga justru meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi proyeksi, BMI mempertahankan estimasi harga rata-rata emas pada 2026 di level US$ 4.600 per ons troi. Sementara itu, Goldman Sachs masih memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$ 5.400 per ons troi pada akhir 2026.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak melonjak 7,28% ke US$ 75,17 per ons, meskipun secara bulanan masih turun 20,4%. Analis BNP Paribas memperkirakan harga perak akan bergerak di kisaran US$ 65–75 per ons hingga 2026, dengan potensi pasar fisik beralih ke surplus pada 2027.
Adapun platinum naik 3,3% ke US$ 1.962,48 per ons, dan palladium menguat 5,23% ke US$ 1.483,24 per ons. Meski demikian, kedua logam tersebut juga masih berada dalam tren penurunan bulanan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






