Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Melonjak 3% Lebih, tapi Catat Bulanan Terburuk sejak 2008

Penulis : Indah Handayani
1 Apr 2026 | 04:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas. (Foto: AP/ Sakchai Lalit)
ilustrasi emas. (Foto: AP/ Sakchai Lalit)

NEW YORK, investor.idHarga emas dunia melonjak lebih dari 3% pada perdagangan Selasa (31/3/2026). Namun, di balik penguatan tersebut, emas mencatatkan penurunan bulanan terburuk sejak Oktober 2008.

Dikutip dari Reuters, kenaikan harga emas terjadi seiring munculnya harapan meredanya konflik di Timur Tengah. Meski demikian, tekanan dari kekhawatiran inflasi yang terus tinggi dan ekspektasi suku bunga global yang lebih tinggi masih membayangi pergerakan emas.

Harga emas spot melonjak 3,46% menjadi US$ 4.667,38 per ons troi, level tertinggi sejak 20 Maret. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melesat 2,7% ke US$ 4.678,60 per ons troi.

ADVERTISEMENT

Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan dolar AS, meskipun mata uang tersebut masih berada di jalur penguatan bulanan. Dolar yang lebih kuat umumnya membuat emas, yang diperdagangkan dalam dolar, menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain.

Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, reli emas saat ini didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap deeskalasi konflik di Timur Tengah. “Reli ini cukup menggembirakan, tetapi perlu ada penguatan lanjutan untuk memastikan tren naik yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, Grant menilai tren emas tetap bullish. Faktor fundamental seperti upaya dedolarisasi global dan pembelian emas oleh bank sentral masih menjadi penopang utama harga.

Di sisi lain, dinamika geopolitik masih menjadi perhatian pasar. Laporan The Wall Street Journal menyebutkan Presiden AS Donald Trump membuka peluang untuk mengakhiri operasi militer terhadap Iran, meskipun Selat Hormuz masih belum sepenuhnya terbuka.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan, beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah konflik, dan ketegangan bisa meningkat jika Iran tidak mencapai kesepakatan.

Penurunan Terparah

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia