Ekonomi AS Ngegas, Harga Emas Tertekan
Di sisi lain, laporan tenaga kerja juga menunjukkan kabar positif bagi bank sentral. Tekanan inflasi dari sisi upah tercatat lebih rendah dari perkiraan.
Rata-rata upah per jam hanya naik 0,2% atau sekitar sembilan sen menjadi US$37,38 pada Maret, lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,4% pada Februari. Angka ini juga di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,3%.
Meski data utama menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, revisi data sebelumnya terbilang campuran. Data Januari direvisi naik menjadi 160.000 dari sebelumnya, sementara Februari justru direvisi turun tajam menjadi minus 133.000.
Chief Investment Officer Northlight Asset Management Chris Zaccarelli mengatakan, sebagian besar data tersebut dikumpulkan sebelum serangan militer bersama AS dan Israel ke Iran. Meski begitu, data ini tetap mencerminkan ketahanan ekonomi.
“Data ini membuat The Fed kemungkinan tidak terburu-buru memangkas suku bunga. Namun di sisi lain, pasar tenaga kerja yang tetap kuat akan menopang konsumsi, yang menjadi tulang punggung ekonomi,” ujar dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






