Harga Emas Turun, Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketidakpastian
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia turun pada perdagangan Senin (6/4/2026), seiring pelaku pasar menanti perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjelang tenggat pembukaan kembali Selat Hormuz.
Harga emas spot ditutup turun 0,55% ke level US$ 4.650,56 per ons troi, Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru ditutup melemah tipis 0,07% ke posisi US$ 4.676,2 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan emas. Iran menyatakan menginginkan akhir permanen dari konflik dengan AS dan Israel, serta menolak tekanan untuk segera membuka kembali Selat Hormuz di bawah kesepakatan gencatan senjata sementara.
Saat ini, kedua pihak masih mempertimbangkan kerangka penyelesaian untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima pekan.
Di sisi lain, Presiden DAS onald Trump melontarkan ancaman keras kepada Teheran. Ia menyatakan akan ‘menghujani neraka’ jika tidak tercapai kesepakatan hingga batas waktu yang ditetapkan pada Selasa (7/4/2026).
Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek menilai, perhatian pasar saat ini tertuju pada konflik geopolitik dan arah suku bunga. Menurut dia, jika konflik berkepanjangan, harga minyak berpotensi terus naik akibat pengetatan pasokan, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan inflasi.
“Kondisi tersebut membuat bank sentral, khususnya The Fed, memiliki ruang yang semakin terbatas untuk melonggarkan kebijakan moneter. Bahkan, wacana kenaikan suku bunga bisa kembali mencuat jika harga energi terus meningkat, dan ini menjadi sentimen negatif bagi emas,” jelasnya.
Harga Minyak Naik
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






